Syafruddin, Mantan Kapolda Kalsel Meninggal Dunia


JAKARTA – H Syafruddin Kambo mantan Kapolda Kalsel 2010-2012 dan juga mantan Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin Kambo meninggal pada Kamis, 20 Februari 2025. Syafruddin tutup usia di RS Pusat Pertamina sekitar pukul 18.14 WIB, karena sakit.

Sebelum wafat sejumlah jabatan penting pernah diemban salah satu putra terbaik Nusantara ini, diantaranya pernah aktif di Dewan Mesjid Indonesia.

Pejabat yang ramah dengan kalangan manapun ini termasuk insan pers juga dikenal memiliki berbagai prestasi.

Tempat & Tanggal Lahir
Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 14 April 1961

Karir
Pemimpin Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol)
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Menteri PAN-RB (2018)
Detail Tokoh
Komjen. Pol. Drs. Syafruddin, M.Si. adalah tokoh polisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakapolri. Kala itu Komisaris Jenderal Syafruddin menggantikan Komjen Pol Budi Gunawan yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Syafruddin tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Pada tahun 2004, ia pernah menjabat sebagai Ajudan Wakil Presiden RI pada masa pemerintahan SBY-JK. Kemudian akhir 2009, dia menjabat sebagai Wakapolda Sumut, lalu Kapolda Kalsel, Kadiv Propam Polri, Kalemdikpol hingga Wakapolri.

Syafruddin, yang sebelumnya memimpin Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol), menjadi Wakapolri setelah melakukan serah terima jabatan di Ruang Rapat Utama Mabesar Polri, Jakarta, yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pada Sabtu, 10 September 2016.

Sebelum menjadi orang nomor dua di Polri, Komjen Syafruddin pernah mengisi beberapa jabatan penting dalam kariernya, antara lain ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2004, Wakil Polda Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Selatan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam Polri), dan mulai menjabat Kalemdikpol pada 2015. Jabatan Wakapolri digenggamnya setelah pejabat sebelumnya, Komjen Budi Gunawan, diangkat sebagai Kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo.

Pada 15 Agustus 2015, Syafruddin dilantik menjadi menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Dia diangkat menjadi menteri PAN-RB berdasarkan Keppres Nomor 142 P 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Diangkatnya Syafruddin menggantikan posisi Asman Abnur yang mundur dari jabatannya karena merupakan perwakilan Partai Amanat Nasional yang tidak mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Di tingkat global, melalui DMI, Syafruddin menjalankan visi-misi. Ia dikenal aktif di tingkat global melalui keterlibatannya dalam KTT Organisasi Kerja Sama Islam di semua benua dengan tujuan agar toleransi antar umat beragama dapat selalu terjaga.

Ia juga didapuk sebagai member Executive Internasional Organization Islamic Cooperation atau OKI. Di tahun 2022, menjadi pembicara pada konferensi OKI di Jeddah, Arab Saudi. Pada tahun 2022 juga, ia juga menjadi salah satu pembicara kunci pada konferensi Liga Muslim Dunia yang dihadiri oleh cendikiawan muslim hukum Islam untuk kawasan Asia Tenggara di Malaysia tahun 2022.

Di dalam negeri, dengan semangat menegakkan politik keumatan dan kenegaraan, dirinya dipercaya memegang amanah sebagai pembina di sejumlah organisasi kepemudaan dan ormas islam diantaranya Pembina Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia dan Pembina Forum Komunikasi Pesantren. Dengan jaringan dan pengalamannya dalam pengembangan pendidikan dan teknologi, Syafruddin dipercaya memimpin delegasi untuk proses muadalah pondok pesantren seluruh Indonesia dengan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir pada 2021. Dedikasinya di bidang pendidikan juga membuatnya dipercaya menduduki posisi Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin Makassar.

Dengan kompetensi yang dimiliki, Syafruddin aktif dalam mengembangkan ekonomi umat Islam tanah air. Menjabat sebagai Ketua ASFA Foundation, di tahun 2022 ini dirinya ikut andil menggali dan mengembangkan potensi ekonomi umat lewat dana zakat untuk menjamin kemaslahatan delapan asnaf yang berhak menerima. Menengok peran dan jejaknya yang begitu besar terhadap negara dan dunia internasional, Syafruddin mendapat sejumlah penghargaan. Di tahun 2017, Republika mendapuknya sebagai tokoh perubahan, dengan kategori “Pembangunan Islam dan Pemberdayaan Ummat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan melakukan perubahan di tengah masyarakat”. Di tahun 2020, Syafruddin kembali memperoleh penghargaan bintang Bhayangkara Utama.

Tinggalkan komentar