Perang Rudal Iran-Israel Terus Berlanjut

SEJAK dipicu serangan Israel Jumat (13/6/2025) ke Iran, kedua negara masih terus melakukan jual beli serangan rudal. Hari ini, Rabu (18/6/2025) Israel kembali menyerang Teheran dengan rudal, disinyalir sebagai jawaban serangan Iran dua hari terakhir.

Dilaporkan cnn, Israel kembali menggempur habis-habisan Iran usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato pada hari ini. Menurut laporan AFP terdengar ledakan keras di utara Teheran. Serangkaian ledakan baru juga terdengar di bagian timur.

Jurnalis AFP melaporkan ledakan itu terdengar sekitar pukul 15.50 waktu setempat. Setidaknya lima kepulan asap tampak di wilayah timur dan tenggara Teheran. Dalam pernyataan resmi, militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan ke Iran, dilansir dari Al Jazeera.

“Pasukan saat ini sedang menyerang target militer rezim Iran di wilayah Teheran,” demikian pernyataan militer Israel di X.

Serangan tersebut terjadi saat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato. Dia menegaskan tak akan menyerah usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar negara tersebut menyerah tanpa syarat.

“Beri tahu Amerika bangsa Iran bukanlah bangsa yang akan menyerah, dan intervensi militer apa pun dari pihak mereka niscaya akan mengakibatkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki,” kata Khamenei saat pidato pada Rabu (18/6), dikutip CNN.

Sebelumnya, Khamenei menyatakan negaranya tidak akan menyerah seperti yang diminta Trump.

“Negara ini tidak akan menyerah pada pemaksaan siapa pun,” kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.

“Amerika harus tahu intervensi militer apa pun akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” lanjutnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah meminta Amerika Serikat, sekutu kentalnya untuk membantu Israel menghadapi Iran yang dituduhnya memproduksi senjata nuklir dan mendukung organisasi “teroris” Hamas dan Hizbullah.

Tergerak karena tidak ingin kehilangan muka, Donald Trumph menyeru Iran agar menyerah tanpa syarat. Bahkan Presiden Amerika Serikat itu sudah menginstruksikan parade pesawat tempur ke Timur Tengah sebagai bagian menggertak Iran. Namun, Khamenei yang dimaklumi pendukungnya sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad SAW tidak takut dengan ancaman Israel bahkan Amerika Serikat.

Rudal-rudak hyppersonic Iran sebelumnya berhasil menghancurkan markas besar Mossad, sebuah dinas intelijen paling diandalkan Israel. Bandara besar di Tel Aviv, ibukota Israel pun porak-poranda. Dari berbagai medsos, ditampilkan bagaimana gelombang eksodus ribuan warga Israel ke luar negeri, menandakan situasi genting tengah melanda Israel.

Berbeda, warga Iran justru semakin bersemangat dengan kebijakan pemimpin besar revolusi Iran yang membalas serangan Israel sebagai langkah awal untuk membebaskan saudara-saudara muslim di Palestina yang sudah sejak lama berada di bawah penindasan Israel.

Terbaru, 21 negara-negara Arab, bersamaan mengutuk keras serangan Israel ke negara berdaulat Iran. Kesan selama ini ada perang dingin antara Arab yang Sunni dengan Iran yang Syiah justru berubah, seiring keberanian Iran membalas serangan ke Israel. (berbagai sumber)

Tinggalkan komentar