Serangan Amerika Serikat ke Iran Bisa Picu Krisis Luas

JAKARTA – Cina mengutuk keras serangan Amerika Serikat terhadap Iran termasuk fasilitas nuklirnya. Sedangkan Rusia menyebut Amerika Serikat telah membuka kotak pandora dengan serangannya tersebut.

Kecaman untuk serangan AS disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina yang termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri Cina. “Cina mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan pengeboman fasilitas nuklir di bawah perlindungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” kata dia, Minggu, 22 Juni.

Tindakan AS tersebut, demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut, secara serius melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB serta hukum internasional, dan telah memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

“Cina menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik, khususnya Israel, untuk mencapai gencatan senjata sesegera mungkin, memastikan keselamatan warga sipil, serta memulai dialog dan negosiasi,” demikian disebutkan.

Cina pun siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menyatukan upaya dan menegakkan keadilan, serta berupaya memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Sementara itu, Duta Besar Cina untuk PBB, Fu Cong, telah mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka mengutuk keras serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. “Kami menyerukan gencatan senjata segera”, katanya, Minggu, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia juga menambahkan bahwa “Cina sangat khawatir tentang risiko situasi menjadi tidak terkendali”.

Fu Cong juga menyerukan gencatan senjata. “Pihak-pihak yang berkonflik, khususnya Israel, harus segera mencapai gencatan senjata untuk mencegah eskalasi dan melebarnya perang,” katanya.

Tanggapan Rusia
Dalam forum yang sama, Rusia juga menilai AS telah membuka ‘kotak Pandora’ dengan tindakannya menyerang Iran. Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan pada Dewan Keamanan bahwa AS, “sekali lagi, menunjukkan penghinaannya yang total terhadap posisi komunitas internasional” melalui serangannya terhadap fasilitas nuklir Iran.

Vasily Nebenzya mengatakan, seperti dikutip Al Jazeera, “AS tidak hanya siap untuk menutup mata terhadap pembunuhan puluhan ribu wanita, anak-anak, dan orang tua Palestina, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan dan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan.”

Ia mengatakan melalui tindakannya di Iran, AS telah membuka “kotak Pandora” di mana “tidak seorang pun tahu bencana dan penderitaan baru apa yang akan ditimbulkannya”.

Tentang Serangan AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa AS melakukan “serangan yang sangat sukses” terhadap tiga titik fasilitas nuklir di Iran yaitu di wilayah Natanz, Fordow, dan Isfahan pada Sabtu, 21 Juni.

Tujuan serangan tersebut adalah untuk membatasi kapabilitas nuklir Iran dan membuat mereka setuju “mengakhiri perang”, ucap Trump yang mengancam bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi yang lebih serius apabila menolaknya.

Media AS sebelumnya melaporkan bahwa alutsista militer AS, di antaranya pesawat siluman pengebom B-2 dan rudal penghancur bunker yang efektif dalam menghancurkan struktur di bawah seperti fasilitas nuklir Iran, digunakan dalam operasi serangan itu.

Serangan tersebut dilancarkan setelah Israel dilaporkan meminta AS terlibat dalam serangan udara yang sudah dilakukannya duluan terhadap sejumlah titik di Iran.

Israel sejak 13 Juni 2025 melancarkan serangan terhadap beberapa fasilitas nuklir Iran. Serangan itu dibalas Iran. Konflik kedua negara kini sudah memasuki pekan kedua. (tempo)

Tinggalkan komentar