
Martapura – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar Luncurkan “Intan Sikapayu” (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Papuyu), Inovasi untuk untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah menjelaskan, Inovasi ini dirancang dengan target jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengembangkan potensi perikanan di Kabupaten Banjar.
“Pertama, kami membentuk Forum Komunikasi Penggiat Perikanan Budi Daya di Desa Karang Intan sebagai wadah pemersatu bagi para penggiat perikanan,” ucapnya saat ditemui di DKPP Banjar, Kamis (11/09/2025).
Selain itu, program Sekolah Lapang Budi Daya Perikanan (SLDP) telah dilaksanakan selama empat hari, yakni dari tanggal 1 hingga 4 September 2025. Sekolah lapang ini melibatkan perguruan tinggi, Balai Benih Perikanan Air Tawar (BBAT), organisasi praktisi, penyuluh perikanan dan koperasi yang semuanya berfokus pada pengembangan perikanan dan kelautan.

Bandi mengjelaskan, melalui program ini dengan menggandeng kelompok perempuan DKPP Banjar berhasil mengembangkan produk olahan ikan papuyu bernama Samu Modern dengan tiga varian rasa yaitu original, ketumbar dan pedas.
“Kami membangun strategi kolaborasi lintas sektor, baik dengan OPD, perguruan tinggi, maupun media. Dari situlah lahir Intan Sikapayu sebagai inovasi yang mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan daerah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pelatihan, keuntungan pembudidaya bisa mencapai Rp39-45 juta dari 20 ribu ekor ikan papuyu. Harga ikan papuyu yang relatif tinggi, yaitu Rp40 ribu-Rp100 ribu per kilogram di tingkat produsen, bahkan bisa menembus Rp150 ribu di pasaran, membuat program ini sangat menjanjikan.
DKPP Banjar juga mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, yang menyalurkan 20 ribu ekor benih papuyu, pakan, dan peralatan budidaya. Dimana Saat ini produksi ikan papuyu di Kabupaten Banjar masih rendah, yakni 7,7 ton pada 2024. Dengan adanya Intan Sikapayu, pemerintah berharap produksi ikan papuyu di Kabupaten Banjar dapat meningkat dan menjadi komoditas unggulan daerah.
“Hilirisasi melalui produk olahan Samu Modern akan memberi nilai tambah, terutama untuk ikan berukuran kecil agar tetap bernilai ekonomi,” ujarnya.
Bandi menambahkan bahwa pengembangan Intan Sikapayu juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata dan memperkuat ekonomi masyarakat melalui produk unggulan lokal yang bisa menjadi identitas Kabupaten Banjar.
“Intan Sikapayu diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi ikan papuyu, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucapnya.(zr)








Tinggalkan komentar