,

Wabup Banjar Resmi Tutup MTQ XLVIII, Kecamatan Astambul Raih Juara Umum

ASTAMBUL – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Banjar resmi ditutup oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, di Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kamis (11/9/2025) malam.

Setelah berlangsung selama empat hari, ajang religi ini ditutup dengan pengumuman Kecamatan Astambul sebagai juara umum dan berhak memboyong piala bergilir Bupati Banjar.

Penetapan juara umum dilakukan oleh dewan hakim, yang menetapkan Kecamatan Astambul meraih nilai tertinggi sekaligus menjadi yang terbaik pada pawai taaruf dengan nilai 86,83.

Wabup Banjar Habib Idrus menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah memperkuat ukhuwah islamiah serta memperdalam pemahaman terhadap Al quran.

“MTQ merupakan sarana menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar lomba, tapi juga pendidikan dan pembinaan umat,” ujar Habib Idrus.

Ia juga menyoroti keistimewaan pelaksanaan MTQ tahun ini karena dilaksanakan berdekatan dengan makam ulama besar Kalimantan, Syech Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan.

Apresiasi disampaikan kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Kepada para juara, Wabup berpesan agar terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi Al quran. Sedangkan bagi yang belum berhasil, ia mengingatkan bahwa setiap usaha mempelajari Al quran adalah ibadah yang bernilai tinggi.

“Yang berprestasi kami ucapkan selamat, semoga ini menjadi motivasi. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena usaha belajar Al-Qur’an itu mulia,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula bahwa Kecamatan Martapura Timur akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-49 tahun 2026.

ASTAMBUL – Kafilah asal Kecamatan Simpang Empat, Nadia Humairah, tampil gemilang dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-48 tingkat Kabupaten Banjar. Ia meraih predikat juara umum perorangan dan peserta favorit dalam cabang hafalan 10 juz, dengan nilai sempurna 100.

Prestasi Nadia mengukuhkan posisi Simpang Empat sebagai salah satu kecamatan yang konsisten melahirkan penghafal Al quran berprestasi. Selain Nadia, Muhammad Jairazi asal Kecamatan Sungai Tabuk juga meraih predikat yang sama dengan nilai tinggi, yakni 94,17.

Nadia mengaku tidak menyangka akan menjadi juara umum perorangan karena sejak awal tidak menetapkan target khusus. Namun, kerja keras dan kedisiplinan selama masa persiapan membuahkan hasil terbaik.

“Awalnya tidak ada target khusus, tapi karena usaha yang gigih, ternyata hasilnya luar biasa. Ini semua berkat doa ibu, para guru di pondok, dan ustadzah yang terus membimbing saya,” ujar Nadia dengan penuh haru.

Nadia mengaku, persiapan dilakukan sekitar dua bulan, dengan melibatkan banyak pelatih. Nadia menerapkan metode hafalan intensif, yaitu minimal 3 juz per hari, bahkan hingga 5 juz jika waktu memungkinkan.

Usai pengumuman, Nadia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia langsung berfoto bersama rekan-rekan dari Kecamatan Simpang Empat sebagai bentuk syukur dan kenangan atas momen bersejarah tersebut.

“Saya sangat bersyukur. Ini pertama kalinya saya mendapat hadiah umrah, ini luar biasa,” ucapnya.

MTQ ke-48 Kabupaten Banjar tahun ini diikuti peserta dari 20 kecamatan dan berlangsung sukses. Prestasi Nadia dan Jairazi menjadi sorotan, terutama karena lahir dari persiapan matang dan semangat juang tinggi generasi muda. (mcbanjar)

Tinggalkan komentar