, , ,

Pak Jaksa Agung! Kejari Banjar Kalsel Minim Prestasi Ungkap Korupsi?

MARTAPURA – Aliansyah, dari LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintahan, menyorot minimnya prestasi Kejaksaan Negeri Banjar dalam pengungkapan kasus korupsi di lingkup wilayah kerjanya, Kabupaten Banjar.

“Hampir tak ada sama sekali kasus-kasus besar dugaan korupsi yang berhasil tertangani kejaksaan negeri Banjar sampai ke pengadilan, dalam beberapa tahun ini,” ujar Ali, Jumat (19/9/2025).

Menurutnya, kasus semisal korupsi 9 miliar di Baramarta beberapa tahun lalu justru ditangani Kejaksaan Tinggi Kalsel. Padahal, sebelumnya ada juga kasus dugaan penyimpangan perjadin DPRD Banjar. Kemudian ada juga kasus amplop coklat yang menghebohkan. Juga beberapa dugaan korupsi lainnya.

Namun, semua itu seperti mengendap dan tak jelas kesudahannya. “Kejari Banjar termasuk layak mendapat penghargaan kejari 86, karena minimnya mengungkap kasus korupsi,” sindirnya.

Padahal, di masa kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin, telah jelas kalau kejati dan kejari yang minim prestasi ungkap kasus korupsi pejabatnya akan digeser tanpa pemberitahuan.

Jaksa Agung telah mewanti-wanti bila pejabat kejaksaan hanya berpikir uang dan uang tanpa prestasi yang kredibel supaya keluar dari korps Adhyaksa.

Jaksa Agung hanya ingin menggunakan jaksa-jaksa yang berdedikasi membangun Indonesia yang lebih maju tanpa korupsi.

Parahnya, sebelum ini ada oknum di Kejari Banjar yang disebut sebagai “jaksa proyek” karena suka menelepon para pejabat berkaitan proyek dengan tujuan ingin ikut main-main proyek. Meski oknum tersebut sudah pindah, namun kabarnya tetap saja berbaju Adhyaksa.

Kajari Banjar Dr Musafir Menca memang baru bertugas sejak akhir Juli 2025. Ia menggantikan Bambang Rudi Hartoko. Ini merupakan tantangan bagi Musafir apakah mampu menepis sindiran sebagai Kejari 86 atau malah berprestasi bagus, mengungkap banyak kasus korupsi besar.

Namun kalau tujuan pejabat kejaksaan di tempat baru sekadar mencari relasi, atau pertemanan, mungkin saran Jaksa Agung lebih baik dimanuti, yakni menyingkir dari Adhyaksa. Sebab masih ada banyak jaksa muda yang kredibel dan berdedikasi membangun bangsanya. (ap)

Tinggalkan komentar