
MARTAPURA – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Budidaya Maggot dan Percepatan Pembentukan Bank Sampah Desa/Kelurahan, di Aula Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM, Martapura, Rabu (26/11/2025).
Pelatihan ini berfokus pada teknik budidaya maggot, pembentukan bank sampah dan kolaborasi lintas sektor antar Pemerintah Desa/Kelurahan, PKK, Puskesmas, serta kelompok masyarakat.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie dalam sambutannya, menyampaikan tantangan permasalahan sampah yang dimana lebih dari 60% komposisi sampah kita adalah organik yang bisa menimbulkan pencemaran, bau dan penyakit, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Penggunaan maggot (larva Black Soldier Fly) menjadi salah satu teknologi tepat guna yang efektif, cepat, ramah lingkungan, dan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap desa/kelurahan harus memiliki bank sampah sebagai pionir dan penggerak, yang menjadi ujung tombak pengelolaan sampah berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas yang diwakili Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjar, Rahmi Robiaty, menambahkan bahwa budidaya maggot merupakan proses memelihara larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengelola limbah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak dan pupuk.
“Maggot dapat menguraikan sampah hingga 70%, yang merupakan solusi sederhana, ramah lingkungan dan cocok dikembangkan di desa/kelurahan,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat besar dan dapat segera ditindaklanjuti di wilayah masing-masing. Upaya ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun Kabupaten Banjar yang bersih, sehat dan berdaya secara ekonomi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin, Edi Al Azhar.(zr)








Tinggalkan komentar