
BANJARBARU – Lebih dari 2000 jemaah di Posko 6 Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru Jl A Yani Km 36 mengikuti dengan khidmat prosesi Momen 5 Rajab 1447, Minggu (28/12/2025) malam.
Jemaah di area ini hanya sebagian kecil dari jutaan jemaah yang memadati seluruh Martapura dan sebagian Banjarbaru.
Menjelang maghrib, jemaah sudah tertib mengatur shaf shalat. Selepas shalat berjamaah, layar lebar merelai TV Arraudhah Sekumpul.
Suara KH Muhammad Amin Badali sang anak sulung Syaikh Zaini Ghani Sekumpul memulai rawi Simtudhurror atau Maulid Habsy. Suara penuh kharisma ini mampu menambah suasana khidmat. Meski ada gangguan sistem komputer, prosesi di Posko berjalan lancar.
Selesai syair prosesi langsung pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Muhammad Amin Badali.
Sebelumnya, pada selepas ashar seperti biasa, rekaman lama pengajian Abah Guru Sekumpul diputar ulang.
Pada ceramahnya beliau kurang lebih menerangkan sejumlah hal. Antara lain bahwa masa depan bagi orang dahulu adalah akhirat, tidak seperti sekarang masa depan adalah hidup di dunia.
Pemuda ada yang setiap terbit Rabiul Awal membaca maulid dan memperbaiki pakaian. Baca sendirian diulang tiga kali menghindari riya.
Ketika meninggal, seruan di langit, barang siapa melayat, menyumbahyangi dan meanjur ke kubur surga jaminannya. Ini bukti akan keistimewaan bulan maulid.
Menurut beliau, ada hamba yang takut minta surga karena rasa tak pantas, cuma doa minta ampun maaf. Orang dulu kalau doa cuma isinya minta ampun maaf kepada Allah.
Kebersihan hati itu iman, jurusan iman itu ilmu dan ilmu berkaitan dengan Rasulullah SAW.

Jaminan Allah kepada Rasulullah tertulis dalam shalawat, selamat kwsejahteraan selama lamanya bukan sewaktu waktu saja.
Kalau orang banyak bershalawat berarti bisa dekat dengan Rasulillah dan dia dapat keselamatan juga.
Assalamualaika aiyyuhannabi pada tahiyyat sebaiknya diiringi rasa menghadirkan Rasulillah caranya ingat ini bacaan Rasulillah. Dekat Rasulullah dapat berkah artinya tambahan kebaikan dari Allah.
Banyak di tv tv anti berkat anti keramat tidak percaya wali. Semestinya jangan diberi tempat bicara, tambah Abah Guru Sekumpul.
Shalawat itu tidak bid’ah karena itu suruhan Tuhan dalam Quran. Assalamualaina wa alaibadillahi maka juga ingatkan semua muslimin jangan cuma keluarga.
Sholihin orang yg menunaikan tugas dari Allah dan bertugas kepada orang banyak.
Pada bab lain, Abah mengingatkan para istri mesti taat sama suami. Jangan merengut dan mengomeli suami. Kalau suami tidak dapat duit jangan diomeli. Biar suami tua istri muda istri wajib setia, bakti juga taat.
Asyhadu itu seterusnya terusnya agar memandang dengan iman/hati bahwa tuhan itu cuma Allah. Bukan Asyhadu hatinya ke anak, jabatan, ke toko dan urusan dunia lainnya.








Tinggalkan komentar