
BANJARBARU – Menurut AI Google, memang ada istilah gempa akibat aktivitas tambang (Induced Seismicity): Meskipun penambangan tidak mengganggu lempeng bumi, aktivitasnya dapat memicu gempa bumi lokal yang kecil (dikenal sebagai induced seismicity)
Hal ini sering kali disebabkan oleh:
Perubahan Beban: Pemindahan batuan dalam jumlah besar dapat mengubah tekanan lokal di patahan yang sudah ada di dekat area tambang.
Injeksi Cairan: Praktik terkait penambangan tertentu, seperti injeksi air limbah ke dalam tanah, dapat melumasi patahan dan memicu pergeseran kecil.
Jadi, sementara penambangan dapat menyebabkan peristiwa seismik kecil yang terlokalisasi di area tambang itu sendiri, hal tersebut tidak mengancam stabilitas lempeng bumi secara keseluruhan atau menyebabkan bencana tektonik besar.
Baru beberapa jam, Sabtu (3/1/2026), gempa tektonik dangkal mengguncang Kabupaten Balangan dan Kotabaru di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak tiga kali pada Sabtu siang, 3 Januari 2026. Gempa tektonik bermagnitudo 2,7 terjadi pada pukul 12.18 Wita.
Kebetulan, Balangan dan Kotabaru dua wilayah di Kalsel yang cukup marak aktivitas tambang batubara.
Dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Banjarmasin, titik koordinat berada di 2,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 115,55 derajat Bujur Timur (BT). Lokasinya berada delapan kilometer arah barat daya Kabupaten Balangan dengan kedalaman empat kilometer.
Lalu pada pukul 12.24 Wita, gempa tektonik bermagnitudo 3,1 pada titik koordinat 2,66 derajat LS dan 116,50 derajat BT pada jarak 81 kilometer arah timur laut Kabupaten Kotabaru, dengan kedalaman tiga kilometer.
Kemudian pada pukul 12.36 Wita, gempa susulan bermagnitudo 2,6 terjadi di titik koordinat 2,19 derajat LS dan 115,46 derajat BT pada jarak 22 kilometer arah barat laut Kabupaten Balangan, dengan kedalaman 29 kilometer.
Hingga pukul 13.30 Wita, BMKG belum menerima laporan dari masyarakat terkait kerusakan dan dampak yang ditimbulkan gempa dangkal di dua kabupaten tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika menemukan adanya kerusakan dan getaran yang dirasakan akibat gempa dangkal itu. (berbagai sumber)








Tinggalkan komentar