
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan alat bantu disabilitas pada tahun 2025 yang lalu ke 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Bantuan yang disalurkan tersebut terdiri dari 48 unit kursi roda, 10 unit kursi roda adaptif, serta 5 unit kaki palsu yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi, mengatakan bahwa penyaluran bantuan alat bantu ini merupakan bentuk komitmen dan perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian penyandang disabilitas.
Menurutnya, kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap alat bantu yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidup.
“Penyaluran alat bantu disabilitas ini merupakan bagian dari kebijakan Bapak Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah hadir untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan dukungan yang layak agar dapat beraktivitas secara mandiri dan produktif,” kata Selamat Riadi, Banjarmasin, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara merata ke 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan usulan dari pemerintah daerah setempat sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Selamat berharap, bantuan alat bantu disabilitas yang disalurkan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima, serta memberikan dampak nyata dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan kemandirian penyandang disabilitas di Kalimantan Selatan.
“Ke depan, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan akan terus berupaya meningkatkan program rehabilitasi sosial, sejalan dengan arahan dan kebijakan Gubernur, agar pelayanan kepada penyandang disabilitas semakin optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (mckalsel)








Tinggalkan komentar