,

Dishub Banjar Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Tetap Stabil, Fokus Antisipasi Kawasan Wisata Pasca Lebaran

MARTAPURA – Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar memperkirakan pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Banjar tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengatakan mobilitas masyarakat saat mudik diperkirakan masih relatif stabil seperti tahun lalu.

“Rata-rata pergerakan tahun ini masih sama dengan kondisi tahun kemarin. Jadi kenaikannya tidak terlalu signifikan, masih landai,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2026) pagi.

Untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik, Dishub Banjar bersama kepolisian (Polres) akan mendirikan posko pemantauan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Posko tersebut difungsikan untuk memantau kondisi lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada para pemudik.

Sebelum masa mudik dimulai, Dishub Banjar juga akan melakukan pemeriksaan kendaraan atau inspeksi keselamatan (ramp check) terhadap angkutan umum di Terminal KM 17 guna memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat dalam kondisi aman dan laik jalan.

Ia menambahkan, peningkatan mobilitas masyarakat biasanya terjadi setelah Lebaran, terutama pada H+1 hingga H+7 saat banyak warga memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke kawasan wisata.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masjid-masjid di jalur mudik dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sekaligus tempat ibadah bagi para pemudik.

“Masjid di jalur mudik diharapkan membuka layanan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai rest area maupun tempat ibadah,” kata Nyoman.

Di sisi lain, Dishub Banjar bersama Korpri Kabupaten Banjar juga menyediakan program mudik gratis bagi aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya dengan menyiapkan sejumlah armada bus.

“Kami menyiapkan satu bus berkapasitas 30 orang dan dua bus kecil berkapasitas 18 penumpang. Jika pesertanya lebih banyak, disiapkan dua bus besar sebagai cadangan,” terangnya.

Sementara itu, layanan angkutan pengumpan (feeder) seperti Trans Intan Banjar tetap beroperasi pada hari-H Lebaran dengan penyesuaian waktu operasional untuk melayani kebutuhan masyarakat selama perayaan Idulfitri.

“Untuk layanan feeder tetap kami siapkan. Para pengemudi tetap bertugas, namun waktunya akan disesuaikan dengan suasana Idulfitri. Karena banyak yang melaksanakan sholat Ied, para sopir diminta menyesuaikan terlebih dahulu jadwal operasionalnya,” pungkasnya.(zr)

Tinggalkan komentar