
MARTAPURA – Suasana meriah menyelimuti Grand Final Festival Becatuk Dauh se-Kabupaten Banjar 2026 yang menjadi ajang pelestarian budaya daerah dan diikuti puluhan peserta dari berbagai desa/kelurahan di Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut digelar di Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Rabu (4/3/2026) malam.
Festival yang merupakan agenda tahunan tersebut sebelumnya diikuti oleh 21 kelompok peserta. Setelah melalui tahap seleksi pada 10 s/d 11 Februari 2026 lalu, sembilan grup terbaik berhasil melaju ke babak grand final untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Acara dibuka dengan pemukulan bedug oleh Wakil Bupati Banjar bersama unsur Forkopimda, serta Kepala Disbudporapar.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, mengapresiasi antusiasme peserta dalam Festival Becatuk Dauh tahun ini. Ia berpesan kepada para peserta agar terus berlatih dan menjadikan festival ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan.

“Bagi yang meraih juara diharapkan tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan, sementara yang belum berhasil agar tetap semangat dan terus berlatih untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan pentingnya kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian budaya becatuk dauh agar tidak hilang, terutama dengan keterlibatan generasi muda sebagai penerus.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, menyampaikan bahwa pelaksanaan festival tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan juara baru.
Irwan mengatakan bahwa proses penilaian dilakukan oleh dewan juri secara objektif dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti penampilan, kostum dan kekompakan kelompok. Ia menyebutkan, kualitas penampilan peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Alhamdulillah kualitas penampilan peserta tahun ini mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari hasil penilaian dewan juri terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh setiap grup yang tampil,” ucapnya.
Festival tahun ini diikuti 21 kelompok. Meski jumlahnya lebih sedikit dari tahun sebelumnya, kehadiran generasi muda menjadi nilai tambah karena menunjukkan adanya upaya pelestarian budaya oleh generasi penerus.
Irwan menambahkan pihaknya berencana mengusulkan agar festival ini dapat diperluas cakupannya hingga wilayah Banjar Bakula, meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Bumbu bahkan hingga tingkat provinsi sehingga budaya Bakatuk Dauh semakin dikenal luas.(zr)








Tinggalkan komentar