
HOUSTON & PHILADELPHIA – Fase 16 Besar Piala Dunia 2026 menutup tirai dengan dua cerita berbeda. Satu pesta gol, satu laga berdarah-darah. Hasilnya: kita dapat “Perang Saudara Francophone” di perempat final.
1. MAROKO 3-0 KANADA: SINGA ATLAS MENGAMUK DI HOUSTON
Maroko tidak kasih ampun ke tuan rumah bersama Kanada. 3-0, tanpa balas.
Jalannya Laga: 45 menit pertama buntu. Masuk babak kedua, Azzedine Ounahi langsung jadi pembeda. Brace di menit 50′ dan 82′ membunuh mental Kanada. S. Rahimi menutup pesta di menit 90+8′.
Maknanya: Ini Maroko versi 2022 yang lebih tajam. Lini tengah Ounahi-Amrabat-Ziyech lagi-lagi jadi kunci. Kemenangan ini bikin Maroko jadi sorotan: mampukah mereka mengulang, bahkan melampaui capaian semifinal di Qatar?
2. PRANCIS 1-0 PARAGUAY: TEGANG, PANAS, DAN SEPENUHNYA MBAPPÉ
Lain cerita di Philadelphia. Ini bukan pesta, ini perang urat saraf.
Jalannya Laga: 70 menit Prancis frustrasi. Tembok Paraguay rapat, duel fisik keras, dan wasit jadi bulan-bulanan dua kubu. Ketegangan memuncak karena Paraguay main agresif dan Prancis kesal bola nggak mengalir.
Pecah telur lewat penalti dingin Kylian Mbappé menit 70′. Skor 1-0 itu bertahan. Paraguay protes keras, Prancis ngos-ngosan. Rasanya lebih panas dari final grup.
CAPAIAN KYLIAN MBAPPÉ: TUAN DARI SEGALA TEKANAN
1 gol penalti itu keliatan biasa. Tapi maknanya besar:
- Eksekutor Krisis: Di menit krusial dan skor 0-0, yang maju tetap Mbappé. Mental juara.
- Mesin Gol Piala Dunia: Tambahan 1 gol bikin koleksinya jadi 17 gol di PD.
- Satu Nama, Satu Harapan: Tanpa Griezmann di level prime, semua serangan Prancis muaranya ke dia. Ditarik, dijegal, tapi tetap yang mengeksekusi.
Kalimatnya simpel: Selama ada Mbappé, Prancis tidak pernah benar-benar mati.
PERTARUNGAN BERIKUTNYA: JUMAT, 10 JULI 04.00 WIB
MAROKO vs PRANCIS
Satu bahasa, satu tiket semifinal. Mantan koloni vs mantan penjajah. Pertahanan baja Maroko vs kecepatan cahaya Mbappé.
Prediksi Kolumnis: Kalau Prancis main ngot kayak lawan Paraguay, Maroko akan pesta lagi. Tapi kalau Mbappé dikasih 1 meter ruang… selamat tinggal Singa Atlas.
Yang kalah pulang dengan "Dommage". Yang menang, selangkah lagi ke sejarah.








Tinggalkan komentar