
PEMURUS ALUH-ALUH – Potret haru anak-anak sekolah yang terpaksa melepas sepatu dan menerobos genangan lumpur setinggi mata kaki di Desa Pemurus, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, kini tinggal kenangan.
Jalan poros desa yang sebelumnya becek, berlubang dan tergenang air setiap hujan, kini telah berubah total setelah adanya pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar.
Pembangunan meliputi pembuatan Siring jalan, peninggian badan jalan, dan pengerasan jalan dengan konstruksi agregat.
Kondisi sebelumnya terdokumentasi pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam foto terlihat warga, anak sekolah dengan tas ransel, dan pengendara motor kesulitan melintas karena jalan berubah menjadi kubangan. Akses hasil pertanian pasang surut pun terhambat.
Kondisi terbaru pada 9 Oktober 2026 menunjukkan perubahan signifikan. Jalan sudah tinggi, keras, dan dilengkapi siring beton di kanan-kiri badan jalan. Tim teknis dan warga terlihat melakukan pengecekan akhir di lokasi. Papan proyek Pemerintah Kabupaten Banjar juga terpasang di lokasi.
Pembakal Desa Pemurus, Nurul Fajri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Oh gih, ulun atas nama seluruh warga Desa Pemurus mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, Bapak Bupati Banjar, melalui Dinas PU Kabupaten Banjar yang telah melaksanakan pembuatan Siring jalan dan peninggian badan jalan serta pengerasan di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh. Alhamdulillah sekarang jalan kami sudah nyaman, anak-anak sekolah tidak kebanjiran lagi, hasil panen mudah dibawa keluar. Harapan kami mudah-mudahan bisa berlanjut di tahun berikutnya,” ujar Nurul Fajri.
Menurutnya, pembangunan ini sangat vital bagi Desa Pemurus yang berada di wilayah pesisir muara. Jalan yang layak bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keselamatan anak sekolah dan denyut ekonomi petani dan nelayan.
Warga berharap pembangunan serupa bisa dilanjutkan untuk ruas-ruas jalan lain di Desa Pemurus yang masih membutuhkan perhatian pada tahun anggaran berikutnya.
[Adi permana]








Tinggalkan Balasan