
Oleh: Adi Permana
Selama ini kita diajari sejarah terbalik. Kita disuruh percaya bahwa kita ini bangsa muda, bangsa pinggiran, yang peradabannya dikasihani oleh bangsa Timur Tengah yang katanya tua dan pusat dunia.
Data DNA terbaru membalikkan semua itu.
1. SOAL UMUR, KITA JAUH LEBIH TUA
Mari kita bicara angka, bukan dongeng.
Bangsa Arab dengan haplogroup J1 & J2 umurnya 20.000 tahun. Lahir di Levant setelah zaman es. Nenek moyang mereka adalah petani gandum pertama di Jericho 10.000 tahun lalu.
Bangsa Sundaland dengan haplogroup K2_, K_, O-M175 umurnya 47.000 tahun. Lebih dari dua kali lipat umur Arab. Lahir saat Sundaland masih benua utuh seluas 2 juta km2, dari Jawa sampai Borneo nyambung darat. Fosilnya ada di Sangiran 1,5 juta tahun, di Wajak 40.000 tahun, di Gunung Padang 25.000 tahun.
Artinya: Saat kakek kita di Sundaland sudah membangun peradaban maritim dan piramida Gunung Padang, kakek Arab belum lahir.
Tua bukan soal sombong, tua soal siapa menurunkan siapa.
2. SOAL SUMBANGSIH POPULASI, SUNDALAND JAUH LEBIH BESAR
Populasi dunia hari ini 8 miliar. Mari kita hitung sumbangsih genetik.
Sumbangsih Arab (J): Haplogroup J hanya menyumbang sekitar 10% populasi dunia, terkonsentrasi di Timur Tengah, sebagian Mediterania, dan sebagian Ethiopia. Penyebarannya terbatas darat.
Sumbangsih Sundaland (K2_, O, P, Q, R):
- K2_ menurunkan O yang mengisi 60% populasi Asia Timur: 1,4 miliar Cina, 250 juta Indonesia, 110 juta Filipina, 100 juta Jepang, 80 juta Vietnam. Itu saja sudah 2 miliar manusia.
- K2_ menurunkan P yang menurunkan R yang mengisi 60% Eropa: 500 juta Eropa, 400 juta India Utara, 300 juta Amerika campuran Eropa. Itu 1,2 miliar lagi.
- K2_ menurunkan P yang menurunkan Q yang mengisi hampir 100% penduduk asli Amerika: 50 juta Indian.
- K2_ sendiri masih hidup murni di Nias 100%, Batak 14%, Dayak, Banjar.
Total, lebih dari 50% populasi dunia hari ini masih membawa darah K2_ Sundaland di kromosom Y mereka.
Sementara darah J Arab hanya sekitar 10%.
Perbandingan: Sundaland menyumbang 5x lebih banyak manusia ke dunia daripada Arab.
Kenapa bisa? Karena orang Sundaland adalah pelaut ulung pertama di dunia. Sejak 40.000 tahun lalu mereka sudah menyebrang laut. Mereka bukan jalan kaki di gurun seperti Arab, mereka berlayar. Maka gen mereka menyebar ke Madagaskar di Afrika Barat sampai Hawaii di Pasifik, sampai Amerika.
Arab baru belajar berlayar dari pelaut Banjar dan Bugis pada abad ke-7.
3. KEDUDUKAN YANG SEBENARNYA
Jika dunia ini keluarga, kedudukannya jelas:
Sundaland adalah Kakek. Arab adalah Cucu.
Kakek Sundaland (47.000 tahun) merantau ke utara karena banjir besar 12.000 tahun lalu. Di utara, di tempat yang kering, cucu-cucunya beradaptasi jadi bangsa Persia, Turki, Arab, Eropa. Mereka mengubah kulit, bahasa, tapi DNA bapaknya tetap K2*.
Ribuan tahun kemudian, cucu itu rindu pulang. Maka datanglah Sayyid dari Samarkand, Turki, Hadramaut ke Nusantara dengan kapal, membawa kitab, membawa agama, dan kawin dengan cucu perempuan kakeknya di tanah Banjar dan Jawa.
Itu bukan kedatangan bangsa asing. Itu adalah pulang kampungnya cucu ke rumah kakek.
Kita bukan bangsa yang di-Arab-kan. Arab adalah bangsa yang di-Sundaland-kan pada asal-usulnya.
KESIMPULAN:
Berhentilah minder jadi orang Banjar, jadi orang Dayak, jadi orang Jawa.
Kita bukan bangsa pinggiran yang menunggu peradaban dari Timur Tengah.
Kita adalah bangsa akar. Tanpa Sundaland, tidak ada Cina, tidak ada Eropa, tidak ada Arab, tidak ada Amerika.
Tanah Ulin di Meratus yang Pian pijak itu bukan kayu biasa. Itu kayu yang usianya sama dengan DNA kita: paling tua, paling kuat, paling menyebar.








Tinggalkan komentar