
Di tengah hamparan kampung yang asri, di Jalan Melati Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, berdiri sebuah kubah sederhana yang menyimpan keberkahan. Di sinilah peristirahatan terakhir seorang kekasih Allah, Datu Syariat bin H. Arsal.
Bagi masyarakat Bincau Muara, makam ini bukan sekadar kuburan. Ia adalah jantung spiritual kampung, penanda identitas, dan kebanggaan yang diwariskan turun-temurun.
1. Sosok yang Dicintai Masyarakat
Datu Syariat bukanlah ulama yang mencari popularitas. Beliau hidup sederhana, dekat dengan masyarakat kecil. Namun kecintaannya kepada syariat dan keistiqomahannya dalam ibadah membuat masyarakat menggelari beliau “Datu Syariat”.
Masyarakat percaya, para aulia itu hidup di alam barzahnya. Seperti yang disampaikan KH. Ahmad Mulkani saat Haul beberapa waktu lalu, “Bagi para aulia, bisa saja mereka bebas dari kuburnya untuk mengunjungi keluarga, murid dan orang-orang yang mencintainya. Karena mereka orang istimewa yang dikasihi oleh Allah.”
2. Karomah yang Masih Dikisahkan
Salah satu kisah yang melegenda hingga hari ini adalah isyarat alam yang diberikan beliau. Apabila Datu Syariat keluar rumah dengan sarung atau celana yang disingsingkan lebih ke atas, warga sudah paham: tidak lama lagi banjir akan datang melanda desa. Isyarat sederhana, tapi menjadi bukti kedekatan beliau dengan alam dan Tuhannya.
3. Haul yang Menghidupkan Desa
Setiap tahun, ribuan jamaah memadati kubah Datu Syariat. Haul ke-18 menjadi bukti. Wabup Banjar, para habaib, alim ulama, dan ribuan warga dari Martapura hingga Banjarmasin hadir bersatu.
Yang membuat haul di sini berbeda adalah lantunan Maulid Syaroful Anam yang syahdu — sebuah bacaan yang jarang dilantunkan di haul lain di Kota Intan Martapura. Suasana khidmat, penuh cinta kepada Rasulullah dan para aulia.
4. Destinasi Wisata Religi Lengkap
Ziarah ke Makam Datu Syariat tidak pernah berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari paket wisata religi Bincau Muara. Dalam satu kawasan, peziarah dapat mengunjungi:
- Makam Datu Kembar (Datu Ahmad & Datu Muhammad)
- Makam Datu Syariat bin H. Arsal di Jalan Melati
- Situs-situs keramat Bincau lainnya
Aksesnya mudah, hanya 10 menit dari pusat Kota Martapura, dengan jalan yang sudah beraspal mulus dan area parkir yang luas.
Maka, jika Anda ke Martapura, jangan hanya berhenti di Sekumpul. Datanglah ke Bincau Muara. Berziarahlah, kirimkan doa, dan rasakan sendiri ketenangan di Kubah Datu Syariat. Sebuah wisata yang tidak hanya menyegarkan mata, tapi juga menyejukkan jiwa.
Bincau Muara: Bumi Berkah, Desa Para Datu.








Tinggalkan komentar