
MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar meluncurkan Pusaka Banjar, Pusat Akses Satu Data Kebencanaan yang mengintegrasikan berbagai informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan mempercepat penanganan bencana. Peluncuran berlangsung di Aula Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, Martapura, Selasa (6/10/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha menjelaskan, Pusaka Banjar dikembangkan sebagai bagian dari pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Sistem ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan data kebencanaan yang akurat, valid dan akuntabel sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Dashboard Pusaka Banjar nantinya memuat sejumlah komponen, mulai dari data kebencanaan, kedaruratan, pantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), katalog literasi hingga informasi mitigasi. Pada peta kebencanaan, pengguna dapat melihat titik-titik wilayah rawan banjir, longsor dan karhutla, yang dilengkapi referensi InaRISK, informasi BMKG serta data kebencanaan lainnya.
“Dengan adanya aplikasi Pusaka ini kami harapkan dapat membantu pemerintah dalam penguatan data yang akurat, valid dan akuntabel,” ujar Wasis.
Menurutnya, ketepatan data hingga titik lokasi menjadi penting untuk mempercepat respons di lapangan. Informasi mengenai lokasi, jarak tempuh dan waktu perjalanan dapat membantu petugas menentukan unit, peralatan serta jumlah personel yang harus dikerahkan.
Ia mencontohkan, ketika terjadi kebakaran hutan atau lahan di Pengaron, petugas dapat memperkirakan waktu tempuh menuju lokasi dan menyesuaikan kebutuhan penanganan berdasarkan kondisi tersebut. Dengan begitu, respons dapat dipersiapkan secara lebih cepat dan tepat.
Informasi dalam Pusaka Banjar nantinya tidak seluruhnya dibuka untuk umum karena terdapat data yang bersifat terbuka maupun terbatas. Namun, data tertentu yang dapat dibagikan, termasuk informasi hotspot dari BMKG, dapat dimanfaatkan pihak terkait untuk mendukung penanganan kebencanaan.
Dalam pengumpulan informasi di lapangan, BPBD juga memiliki operator radio yang ditempatkan satu orang di setiap kecamatan. Operator tersebut berada di bawah pembinaan BPBD dan menjadi bagian dari jaringan penyampaian informasi kebencanaan dari wilayah masing-masing.
Wasis mengatakan, Pusaka Banjar masih membutuhkan dukungan seluruh pihak terkait agar penerapannya dapat berjalan optimal. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan layanan kebencanaan sehingga masyarakat mendapatkan respons yang lebih cepat dan akurat ketika bencana terjadi.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banjar Rakhmat Dhany mengatakan, Pusaka Banjar diharapkan menjadi aplikasi pendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam deteksi dan antisipasi dini. Menurutnya, kesiapsiagaan yang lebih awal diharapkan dapat mengurangi dampak dan risiko ketika bencana terjadi.
“Ini merupakan proyek perubahan dari Kepala BPBD. Kami berharap tentunya ini menjadi aplikasi yang membantu kita dalam mengambil kebijakan-kebijakan terkait dengan penanganan kebencanaan, khususnya deteksi dini,” jelasnya.
Rakhmat menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan Pusaka Banjar dapat dilakukan dari sisi anggaran maupun penguatan kebijakan. Dari sisi anggaran, pengajuannya akan dilakukan oleh BPBD. Sementara untuk penguatan kebijakan, terdapat kemungkinan melalui SK kepala daerah, peraturan kepala daerah, atau jika diperlukan dapat diikat dengan peraturan daerah.(zr)








Tinggalkan komentar