
MARTAPURA – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura mendapat respons cepat dari DPRD Kabupaten Banjar. Berbagai pihak dikumpulkan untuk mencari solusi konkret atas persoalan tersebut melalui rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Rabu (15/4/2026).
RDP itu dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Banjar, Irwan Bora, dengan menghadirkan unsur Satpol PP, Bagian Hukum, Direksi Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), jajaran pengelola pasar, serta Komisi II DPRD Banjar.
Irwan Bora menegaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas mencuatnya laporan dugaan pungli yang sempat ramai diperbincangkan. Menurutnya, PPS sebagai salah satu wajah Kabupaten Banjar jadi pihaknya merasa prihatin dan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi.
Dari hasil pembahasan, terungkap bahwa praktik pungli memang terjadi di lapangan. Besarannya bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah. Bahkan, pedagang yang tidak memenuhi permintaan oknum disebut mengalami gangguan dalam berjualan, seperti terhambatnya aktivitas di lapak mereka.
Menanggapi hal itu, DPRD Banjar memastikan akan terus mengawal proses penanganan yang sudah mulai dilakukan oleh Perumda Pasar. Dukungan politik pun disiapkan agar langkah penertiban berjalan maksimal dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami tidak ingin ini hanya jadi isu sesaat. Harus ada langkah berkelanjutan supaya pedagang benar-benar merasa aman dan nyaman,” tegas Irwan.
Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menindak praktik pungli sekaligus menjaga ketertiban di kawasan PPS.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya penataan pasar secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ketertiban, tetapi juga keindahan dan kenyamanan. PPS diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih tertata dan menarik bagi pengunjung.
Di sisi lain, Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam upaya penataan yang telah dilakukan. Ia memastikan kegiatan penertiban berjalan lancar dan kondusif.
“Kami berterima kasih atas keterlibatan semua pihak. Harapannya, ke depan kondisi pasar semakin tertib dan tidak ada lagi gangguan yang meresahkan,” katanya.
Rusdiansyah juga mengajak seluruh elemen di PPS, terutama para pedagang, untuk ikut berperan dalam memperbaiki tata kelola pasar. Menurutnya, perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan bersama.
Terkait rencana pembentukan satgas, pihaknya menyambut positif dan siap mendukung penuh. Ia menilai keberadaan satgas akan memberikan kepastian rasa aman, sekaligus meredam berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Dengan adanya satgas nanti, kita harapkan suasana pasar jadi lebih kondusif, pedagang tenang dan aktivitas jual beli berjalan normal,” pungkasnya.(zr)








Tinggalkan komentar