
MARTAPURA – Niat hati mau rehat nonton BAVETI, eh berita seliweran malah bikin lambung naik ke ubun-ubun. Kejagung resmi mengerangkeng tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional: Haji Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Salahnya? Kata Jampidsus Kejagung, tata kelola MBG 2025-2026 disulap jadi ladang markup. Motor listrik 21.801 unit Rp1 triliun, sepatu 32 ribu pasang, tablet 31 ribuan, sampai TV 75 inci 5.400 unit ikut nongol. Rakyat nanya: ini program makan bergizi gratis atau buka toko elektronik se-Asia Tenggara?
Dulu Sony Sonjaya paling garang teriak “waspada calo SPPG”. Sekarang malah masuk kandang bareng yang diburu. Ini namanya petugas pembasmi tikus yang ternyata ketua asosiasi tikus nasional. Belalang yang dikejar-kejar, eh yang keluar sapi pakai jas.
PONDOK PESANTREN: DARI TEMPAT NGAJI JADI LADANG TRAUMA
Kalau MBG soal perut, yang ini soal nurani. Pati lagi-lagi jadi headline. Kiai Ashari, 52 tahun, pimpinan Ponpes Ndholo Kusumo ditangkap di Wonogiri setelah buron. Tuduhan: cabuli puluhan santriwati sejak 2020. Korban diperkirakan 50 orang. Di Pekalongan, Kiai Haji Abdul Khalim Fadlun, pimpinan Padepokan Padang Ati, ditetapkan tersangka usai 1 dekade lebih cabuli 25 santriwati. Di Magelang, pimpinan Ponpes Irsyadul Mubtadi’ien divonis 15 tahun + restitusi Rp240 juta karena lecehkan 4 santriwati.
Modusnya sama: yang harusnya jadi pagar akhlak malah jadi hama. Ponpes Dolo Kusumo akhirnya ditutup, santrinya dipulangin. Yang bikin miris, korban 12-16 tahun diancam dikeluarkan kalau lapor. Jadi mondok niat cari surga, pulang bawa trauma.
SPBU: SOLAR SUBSIDI HILANG, MAFIA DATANG
Pindah ke pom bensin. Rakyat antre solar subsidi, eh katanya sering kurang liter. Info dari pemilik SPBU: minyak dari Pertamina kadang kurang ratusan liter. Biar nggak tekor, terpaksa “main mata” sama mafia dan preman.
Pemerintah sendiri lagi setop impor solar April 2026, semua SPBU swasta wajib serap dari Pertamina. Kuota 2026 juga turun 1%. Niatnya baik: kemandirian energi. Tapi di lapangan, kuota mepet + pengiriman kurang liter = celah buat mafia. Yang harusnya BBM subsidi buat rakyat, malah mampir ke industri. Rakyat disuruh sabar, mafia disuruh panen.
GUS DUR SUDAH BILANG DARI DULU
Kata Gus Dur, kesejahteraan dan pemerataan cuma mimpi kalau korupsi nggak dibasmi. Lha RUU Perampasan Aset + Hukuman Mati Koruptor kabarnya gimana?
Update: RUU Perampasan Aset resmi masuk Prolegnas Prioritas 2025 dan 2026. Komisi III DPR mulai bahas 15 Januari 2026, isinya 8 bab 62 pasal. Bisa rampas aset tanpa nunggu vonis pidana. Minimal aset Rp100 juta atau pidana 4 tahun penjara.
Masalahnya? Naskahnya masih “luntang-lantung”. Target disahkan sebelum 31 Agustus 2026. Padahal KUHP baru berlaku 2 Januari 2026. Kalau molor, koruptor keburu cuci aset, rakyat keburu cuci piring kosong.
MUMPUNG KOPI MASIH ANGET
Bro, berita bikin miris memang. Duit MBG harusnya buat anak sekolah malah buat beli TV segede pintu. Anak ngaji harusnya dijaga malah jadi korban. Solar harusnya buat nelayan malah buat nambang cuan.
Tapi optimis itu wajib. Hidup punya cara sendiri menyeimbangkan. Yang serakah nyari duit haram, ingat-ingatlah: usia 40-50 kalau nggak tobat, duit haram udah jadi darah daging. Susah berhenti, manggil terus kayak debt collector akhirat.
Mari seruput kopi, selami hati masing-masing. Tujuan hidup sekadar gagah-gagahan jabatan, mobil, rumah? Atau biar dipandang Allah dan Rasulullah? Percuma terhormat di dunia kalau di akhirat ditanya: “Duit TV 75 inci itu buat siapa?”
Santai sejenak, wal. Dunia ini panggung sandiwara. Ada yang jadi Dadan, ada yang jadi Sony, ada yang jadi kiai, ada yang jadi mafia. Kita pilih peran yang mana?
Adi Permana
#dimapawal
#jurnalismeyangnyindir







Tinggalkan komentar