PAKET GUS DUR, OBAT UNTUK PEMILU YANG SAKIT


Oleh: Anak Banua

Setiap 5 tahun sekali Indonesia demam.
Demam baliho. Demam sembako. Demam serangan fajar.
Setelah sembuh, yang tersisa cuma utang dan kecewa.

Kenapa? Karena kita salah ngobatin.
Kita ganti presiden, ganti menteri, ganti UU. Tapi nggak pernah ganti “cara milihnya”.

Padahal sumber penyakitnya jelas: PEMILU KITA TERLALU MAHAL.

1. PEMILU MAHAL = PABRIKNYA KORUPSI
Coba jujur. Jadi caleg DPR sekarang butuh berapa? 10M – 20M.
Dari mana? Masa iya dari gaji guru.

Ya dari cukong. Dari pengusaha. Dari yang mau “investasi politik”.
Wajar kalau setelah duduk di Senayan, pikiran pertama dia bukan rakyat. Tapi “balikin modal”.

Gus Dur sudah bilang 20 tahun lalu:
“Selama pemilu masih mahal, jangan harap ada wakil rakyat. Yang ada wakilnya cukong.”

Buktinya? Lihat UU apa saja yang mentok di DPR.
Pajak orang kaya? Mentok.
Sita aset koruptor? Mentok.
UU Perampasan Aset? Mentok.
Tapi UU yang nguntungin proyek gede? Ngebut.

2. TRESHOLD 7% TANPA OBAT = RACUN
Sekarang ramai wacana treshold 7%. Bagus. Biar partai nggak 8, biar nggak ribut.

Tapi kalau cuma treshold doang, itu sama aja nyuruh orang kurus lari marathon.
Partai dipaksa besar, tapi dananya tetap nyari sendiri ke oligarki.

Hasilnya? Yang hidup cuma partai yang punya konglomerat di dalamnya.
Partai grassroot, partai pesantren, partai petani… mati.

3. INI DIA “PAKET GUS DUR”
Gus Dur nggak pernah nawarin tambal sulam. Dia nawarin bedah total. 5 jurus:

Pertama, Proporsional Tertutup.
Kita milih partai dan programnya. Bukan milih orang karena bagi duit.
Biaya kampanye turun 90%. Yang naik kader beneran, bukan artis.

Kedua, Treshold 7% + Dana Partai dari Negara.
1 suara = Rp 10.000. Itu aja.
Dijamin partai nggak jual UU lagi. Hemat. 1 kasus korupsi e-KTP cukup buat danai partai 10 tahun.

Ketiga, Batas Dana Kampanye + Sanksi Mati Politik.
Caleg maksimal 500 juta. Ketahuan korupsi 100 juta? Sita aset, seumur hidup nggak boleh nyaleg.

Keempat, Buka Donasi Politik.
Siapa nyumbang 1M ke partai, wajib diumbar. Biar rakyat tau dia lagi bela siapa.

Kelima, KPU & Bawaslu Bergigi.
Ketahuan money politik? Diskualifikasi. Partai dan orangnya.

PENUTUP UNTUK ANAK BANUA
Di Martapura kita paling ngerasain.
5 tahun sekali caleg datang bawa sembako. 5 tahun kemudian harga karet anjlok, nggak ada yang bela.

Cukup.

2029 harus beda. Kita nggak butuh caleg kaya. Kita butuh wakil yang paham harga sawit.
Kita nggak butuh partai kaya. Kita butuh partai yang dibiayai negara.

Paket Gus Dur ini bukan milik PKB. Ini milik rakyat.
Ini satu-satunya cara motong rantai antara politik dan oligarki.

Kalau Prabowo, Gerindra, Golkar, PKB kompak dorong ini…
Maka 5 tahun ke depan akan jadi 5 tahun paling bersih dalam sejarah Indonesia.

Kalau tidak? Ya kita siap-siap demam lagi 2029.

“Pemilu itu bukan pesta demokrasi. Pemilu itu investasi. Dan selama ini yang investasi cuma oligarki. Rakyat cuma jadi penonton.”

#PaketGusDur #PemiluMurah #BenerinNegaraDariAkar


Gimana bro?

Tinggalkan komentar