
BANJARBARU – Aksi Kamisan Banjarbaru kembali digelar untuk ke-29 kalinya di Titik Nol Kilometer Banjarbaru, Kamis (4/6/2026). Mengusung tema “Solidaritas Untuk Warga Sidomulyo, Melawan Perampasan Tanah”, aksi ini jadi wadah masyarakat sipil, mahasiswa, aktivis HAM, hingga organisasi rakyat menyuarakan dukungan bagi warga Sidomulyo I yang terancam kehilangan ruang hidup.
Koordinator Lapangan Wira Surya Wibawa, S.H., M.H. menyebut persoalan Sidomulyo bukan sekadar sengketa lahan biasa, tapi menyangkut hak asasi manusia dan keadilan agraria. “Tanah itu tempat tinggal, sumber penghidupan, identitas sosial. Segala bentuk penggusuran yang mengabaikan hak warga harus ditolak,” tegasnya dalam orasi.
Selain orasi dan diskusi publik, aksi kali ini juga menggelar penggalangan dana “Koin Keadilan untuk Sidomulyo” untuk mendukung perjuangan hukum warga yang terancam kehilangan tempat tinggal.
8 Tuntutan Aksi Kamisan Banjarbaru:
- Tolak segala bentuk perampasan tanah dan ruang hidup warga Sidomulyo I.
- Hentikan upaya penggusuran yang berpotensi langgar HAM.
- Desak pemerintah pusat dan daerah jamin perlindungan hak warga Sidomulyo I.
- Selesaikan konflik agraria lewat dialog adil, transparan, berpihak pada warga terdampak.
- Desak aparat hormati hak konstitusional warga atas tempat tinggal dan penghidupan layak.
- Tuntut lembaga peradilan proses hukum independen, objektif, bebas intervensi.
- Desak Komnas HAM, Ombudsman RI, Komisi Yudisial awasi dan investigasi dugaan pelanggaran.
- Serukan solidaritas seluas-luasnya dari masyarakat sipil, mahasiswa, akademisi, hingga jurnalis.
Aksi ditutup dengan seruan “Hidup Korban! Jangan Diam! Lawan! Lawan! Lawan!” Aksi Kamisan menegaskan perjuangan tak berhenti sampai hak warga Sidomulyo dipulihkan dan ruang hidup masyarakat dijamin.







Tinggalkan komentar