Antisipasi Krisis Air Bersih, Polda Kalsel Bangun Sumur Bor di Desa Limamar

MARTAPURA – Polda Kalimantan Selatan memulai pembangunan sumur bor sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke-80 melalui program Polri Untuk Masyarakat.

Ground breaking pembangunan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, didampingi Kapolres Banjar dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar serta unsur terkait di Desa Limamar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Rabu (17/6/2026).

Kapolda Kalsel mengatakan, Desa Limamar dipilih karena diperkirakan mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Selain itu, jaringan PDAM saat ini belum menjangkau wilayah tersebut.

“Harapan kami, masyarakat yang berada di daerah yang sulit mendapatkan air bersih dapat terbantu dengan adanya sumur bor ini. Selain itu, menjelang Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor di Desa Limamar merupakan bagian dari program serupa yang dilaksanakan di 11 titik di jajaran Polda Kalsel. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dan pemetaan kebutuhan bersama pemerintah daerah.

Menurut Kapolda, tidak ada target khusus terkait jumlah pembangunan sumur bor. Namun, para kapolres bersama pemerintah daerah akan terus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan akses air bersih.

Selain pembangunan sumur bor, Polda Kalsel juga menggelar berbagai kegiatan sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut meliputi program bedah rumah yang telah menyasar hampir 500 unit rumah, bakti kesehatan, bakti sosial, pembagian paket sembako, serta perlombaan bernuansa kearifan lokal seperti hadrah, madihin, dan e-sport.

Sementara itu, Pembakal Desa Limamar Syaiful Akrabin mengungkapkan, krisis air bersih menjadi persoalan yang cukup serius di wilayahnya. Bahkan, sebagian warga mengeluhkan hanya memperoleh air kurang dari satu ember dalam sehari.

Ia mengatakan, bantuan dari Polda Kalimantan Selatan menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama ini mendambakan sumber air bersih yang memadai.

“Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Sumur bor ini merupakan sumber air yang sudah lama kami impikan. Mudah-mudahan dapat menghilangkan keluhan warga terkait kesulitan air bersih,” katanya.

Saat ini, proses pengeboran yang dimulai sejak Senin lalu telah mencapai kedalaman sekitar 57 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari. Pengeboran direncanakan mencapai kedalaman lebih dari 80 meter agar kualitas air yang diperoleh lebih baik.(zr)

Tinggalkan komentar