
ATLANTA – Inggris akhirnya lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas RD Kongo. Tapi alih-alih pesta, yang ada justru kritik keras ke performa The Three Lions.
Kane, Juruselamat di Menit Akhir
Harry Kane lagi-lagi tunjukin kenapa dia kapten.
- 75′ – Gol penyama kedudukan, tenang di kotak penalti
- 86′ – Brace lewat sundulan mematikan, kunci kemenangan 2-1
2 gol itu bikin Inggris terhindar dari malu. Tanpa Kane, bisa-bisa The Three Lions pulang lebih cepat.
Awal Mimpi Buruk: Kena Gol Cepat
Masalah Inggris dimulai dari menit 7′ saat B. Cipenga bikin kejutan lewat serangan balik cepat. 0-1.
Sejak itu Inggris dominan 70%+ penguasaan bola, tapi… mandul. Crossing terus, umpan muter di luar kotak, minim kreativitas.
Serangan Monoton, Pelatih Emosi 😤
Ini poin paling disorot. Setelah tertinggal, Inggris gencar menyerang tapi gak ada tusukan vertikal. Terlalu sabar, terlalu melebar, takut ambil risiko 1v1 di tengah.
Pelatih Inggris terlihat emosi di pinggir lapangan. Kamera nangkep dia teriak-teriak minta pemain lebih direct, lebih cepat, jangan cuma oper-oper kosong. Tapi instruksi itu kayak gak masuk ke lapangan.
Kiper Kongo, Mimpi Buruk Striker Inggris
Patut diacungi jempol kiper RD Kongo. Dia jadi tembok:
- Tebis peluang emas Watkins
- Refleks gila tahan tembakan volley jarak dekat
- Bikin frustasi Kane sebelum akhirnya kebobolan 2 gol
Tanpa performa gemilangnya, Inggris bisa menang telak.
Kesimpulan: Lolos Tapi Belum Meyakinkan
Menang 2-1 atas tim Afrika itu 3 poin. Tapi gaya main Inggris bikin khawatir. Dominasi tanpa ketajaman = bahaya di fase gugur.
Ujian berat langsung datang: Meksiko di 16 Besar. Main di Azteca, lawan tuan rumah yang lagi panas. Kalau masih main monoton kayak lawan Kongo, Inggris bisa jadi korban selanjutnya.
Pertanyaan besar sekarang: Apakah Southgate berani rombak taktik dan kasih kebebasan lebih ke Foden, Bellingham, atau Saka buat menusuk? Atau tetap main aman dan berharap keajaiban Kane lagi?








Tinggalkan komentar