
Oleh: Warga Negara
Ada dua kalimat tua yang hari ini terasa baru.
Kalimat pertama dari Gus Dur:
“Negara ini lumbung padi. Sayangnya, lumbungnya sekarang dikuasai tikus-tikus.”
Kalimat kedua dari Guru Sekumpul:
“Politikus itu sudah tikus duluan. Disuruh jaga lumbung, malah menghabiskan isinya.”
Nah, kalau “tikus” sudah dari sananya, dan “kumpulan tikus” itu adanya di DPR… lalu siapa lagi yang harus membersihkan lumbung kalau bukan pemilik lumbungnya? Yaitu: RAKYAT.
10 Tahun Menunggu, RUU Perampasan Aset Tetap Mangkrak
RUU ini diajukan untuk satu tujuan: menyita harta koruptor.
Pemerintah sudah setuju. KPK sudah desak. Rakyat sudah muak.
Tapi di DPR alasannya muter-muter: “butuh harmonisasi”, “takut disalahgunakan”, “belum prioritas”.
Di saat yang sama, kabar kenaikan tunjangan, rumah dinas, mobil baru justru cepat sekali disahkan.
Pantas kalau rakyat marah. Pantas kalau spanduk “DPR Gudangnya Tikus” kembali naik di tanggal 27 Agustus 2026.
Dulu Gus Dur Hampir “Dekrit”, Sekarang Giliran Rakyat
Tahun 2001 Gus Dur ingin mengeluarkan Dekrit karena DPR sudah tidak mewakili rakyat. Dekrit itu gagal.
Hari ini, 25 tahun kemudian, kehendak itu hidup lagi. Bukan dari presiden. Tapi dari rakyat.
Presiden Prabowo sendiri pernah disebut Gus Dur sebagai orang yang “tulus dan cinta Indonesia”. Programnya pro-rakyat sudah jalan. RUU Perampasan Aset juga sudah di meja DPR.
Tinggal satu pintu yang mengganjal: DPR.
27 Agustus 2026: Batas Kesabaran
Ini bukan ajakan anarkis. Ini ajakan konstitusional.
Turun ke jalan bukan untuk merusak. Turun untuk mengingatkan:
“Wahai wakil rakyat, tunaikan amanah. Sahkan RUU Perampasan Aset. Sekarang.”
Kalau masih tuli, maka 2029 rakyat yang akan “membubarkan” lewat kotak suara.
Kalau masih bandel, maka sejarah yang akan mencatat: DPR periode ini gagal menjaga lumbung.
Guru Sekumpul sudah memperingatkan sejak dulu.
Gus Dur sudah mencontohkan keberanian.
Sekarang giliran kita.
Karena kalau “tikus” dibiarkan menjaga lumbung, maka yang tersisa nanti hanya ampas.
Dan kalau bukan rakyat yang menjaga, lalu siapa lagi?
WUJUDKAN KEHENDAK GUS DUR. WUJUDKAN PESAN GURU SEKUMPUL.
SELAMATKAN LUMBUNG DARI TIKUS.








Tinggalkan komentar