BANK MANDIRI KONYOL, DPR KOPLAK, RAKYAT TUNTUT: SAHKAN RUU PERAMPASAN ASET!



Oleh: Rakyat yang Sudah Muak

Negara ini lagi sakit. Dan penyakitnya cuma 2: Bank yang jadi beking dan DPR yang jadi palang pintu.

1. BANK MANDIRI: KONYOL
Anaknya siapa? Anak dari 4 bank bangkrut 1998: Bapindo, BBD, BDN, Exim.
4 bank itu mati karena apa? KORUPSI. Kredit fiktif, jadi ATM penguasa, nyelametin konglomerat.

Ganti nama jadi “Mandiri”. Ganti gedung. Tapi kelakuannya?
Jadi tempat parkir uang haram. Kasih kredit jumbo ke grup bermasalah. Pas rakyat demo, rekening donasi dipersulit. Pas pejabat transfer 50M, 5 menit beres.

Ini bukan “Bank Rakyat”. Ini Bank Penyokong Koruptor. Konyol.

2. DPR: KOPLAK
Kerjaannya apa? Bahas tunjangan naik duluan. Bahas RUU Perampasan Aset? “Nanti dulu”. “Masih dikaji”. “Butuh waktu”.
Udah 10 tahun “dikaji”. Sementara di desa kayak Bincau Muara, dana pupuk hilang, embung mangkrak, 75 hektar ketahanan pangan jalan pincang.

Koruptor ketangkep, 5 tahun keluar masih jadi juragan. Aset aman.
Karena DPR nggak berani sahkan UU yang bisa nyita asetnya.

Ini bukan “Wakil Rakyat”. Ini Wakil Oligarki. Koplak.

3. TUNTUTAN RAKYAT: SATU SAJA
SAHKAN RUU PERAMPASAN ASET. SEKARANG. TITIK.

Tanpa basa-basi. Tanpa pasal titipan.
Isinya sederhana: Maling uang negara 1M, sita 5M. Uangnya balikin buat sekolah, rumah sakit, irigasi, pupuk.

Kalau Bank Mandiri bersih, dia nggak akan takut.
Kalau DPR beneran wakil rakyat, dia nggak akan nunda.

Demo 27 adalah surat peringatan terakhir.
Kalau 2 lembaga ini masih bandel, maka rakyat berhak menuntut lebih: Evaluasi Total BUMN Bank dan Reshuffle Total Senayan.

Cukup sandiwara.
Bangsa ini butuh keberanian kayak 1998: Berani bubarkan yang busuk, demi lahirnya yang bersih.

Martapura, 26 Agustus 2026
#MandiriKonyol #DPRKoplak #SahkanRUUPerampasanAset #Demo27


Tinggalkan komentar