
SIARAN PERS
AKSI KAMISAN BANJARBARU #32
Banjarbaru, 25 Juni 2026
Aksi Kamisan Banjarbaru kembali digelar pada Kamis, 25 Juni 2026 di Titik 0 Km Banjarbaru sebagai sarana kolektif untuk bersama-sama merawat ingatan mengenai Hari Internasional Anak-Anak Tak Bersalah Korban Agresi (International Day of Innocent Children Victims of Aggression). Peringatan global ini dicetuskan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 4 Juni 1982. Latar belakang ditetapkannya hari ini adalah karena kekecewaan dan duka mendalam PBB atas tingginya jumlah korban anak-anak tak berdosa di Palestina dan Lebanon akibat agresi militer.
Melalui aksi ini, peserta menyoroti bahwa anak-anak kerap menjadi kelompok paling rentan dan kelompok yang sering kali terdampak secara langsung akibat konflik bersenjata, represifitas aparat, serta kebijakan negara yang bercorak militeristik. Kehadiran militerisme di ruang sipil tidak hanya mengancam demokrasi, tetapi juga merampas hak dasar anak untuk hidup aman, memperoleh pendidikan, dan tumbuh tanpa trauma.
Dari Palestina hingga Kalimantan Selatan: Pola Kekerasan Berulang
Aksi Kamisan Banjarbaru menegaskan bahwa agresi terhadap anak tidak hanya terjadi dalam perang antar negara. Di Indonesia, pola-pola kekerasan negara juga menyasar anak. Kami mencatat:
- Anak Korban Penggusuran dan Konflik Agraria: Di Kalsel, anak-anak di wilayah konsesi tambang dan sawit kehilangan ruang hidup dan sekolah karena rumah mereka digusur atas nama “pembangunan”. Trauma dan putus sekolah jadi konsekuensi yang ditanggung.
- Anak Korban Represifitas Aparat: Dalam aksi demonstrasi menolak UU TNI dan berbagai kebijakan bermasalah lain, anak di bawah umur ikut menjadi korban pemukulan, gas air mata, hingga penangkapan sewenang-wenang.
- Normalisasi Militerisme di Ruang Sipil: Penempatan purnawirawan dan perwira aktif di jabatan sipil, keterlibatan TNI dalam proyek-proyek infrastruktur seperti TMD, serta pendekatan keamanan dalam menangani konflik sosial, menempatkan anak dalam situasi rawan. Anak tidak butuh moncong senjata, anak butuh sekolah dan taman bermain.
Sikap Aksi Kamisan Banjarbaru #32
Berangkat dari refleksi Hari Internasional Anak Korban Agresi, kami menyatakan sikap:
- Kutuk seluruh bentuk agresi dan kekerasan terhadap anak, baik dalam konteks perang, konflik agraria, maupun represifitas aparat di Indonesia.
- Desak Negara akhiri impunitas: Adili pelaku kekerasan terhadap anak, termasuk aparat negara. Evaluasi menyeluruh keterlibatan militer di ruang sipil.
- Tolak Militerisme: Cabut UU TNI yang bermasalah. Hentikan dwifungsi gaya baru. Kembalikan militer ke barak, serahkan urusan sipil pada sipil.
- Penuhi Hak Anak Korban: Negara wajib memberikan pemulihan, jaminan pendidikan, layanan kesehatan fisik dan psikis bagi seluruh anak korban kekerasan negara.
- Solidaritas untuk Anak Palestina dan Lebanon: Hentikan genosida. Mendesak Pemerintah Indonesia lebih aktif menekan Israel di forum internasional.
Anak Bukan Tameng, Bukan Juga Target
Negara yang gagal melindungi anak adalah negara yang gagal menjaga masa depannya. Aksi Kamisan Banjarbaru akan terus berdiri di Titik 0 Km setiap Kamis, merawat ingatan, melawan lupa, hingga keadilan ditegakkan dan militerisme dihentikan.
Banjarbaru Melawan Lupa. Banjarmasin Bergerak. Kalsel Tidak Bungkam.
Narahubung Aksi Kamisan Banjarbaru:
Nama: Muhammad Salman Alfarisi
No HP: ………………..
Email: ………………..








Tinggalkan komentar