“AIB ITU HANYA UNTUK KORUPTOR, BUKAN UNTUK KORUPSINYA”


Akhir-akhir ini ada trend baru di majelis:
Kalau bahas zikir 2 jam, aman.
Kalau bahas shalawat 1 jam, berkah.
Tapi giliran bahas korupsi 5 menit… langsung ada yg bisik:
“Ustadz… itu aib. Jangan dibuka. Tutup aja.”

Lho? Sejak kapan korupsi jadi aib pribadi?
Sejak kapan maling duit rakyat disamakan sama tetangga kelepasan kentut di masjid?

Aib itu kalau kamu selingkuh. Aib itu kalau kamu punya hutang nggak bayar.
Itu urusan kamu sama Tuhan dan 2-3 orang. Ditutup, didoakan.

Lha ini korupsi beda.
Ini bukan “aib”. Ini proyek nasional.
Ada anggarannya. Ada markup nya. Ada mobdin nya. Ada keluarganya ikut jalan-jalan.
Korban nya 1 desa. 1 kecamatan. 1 kabupaten.
Terus kita disuruh diem dengan alasan “menjaga aib”?
Menjaga aib siapa? Aib malingnya apa aib rakyatnya?

Dulu ada guru kami. Abah Guru Sekumpul.
Beliau nggak kenal istilah “sensor”.
Sogok? Haram.
Duit rakyat diselewengkan? Haram.
Mobdin buat antar anak ke sekolah? Haram.
Politisi? “Kebanyakan buruk sangka, tikus duluan”
Beliau bilang apa adanya. Nggak pakai kode. Nggak pakai “oknum”.

Dan anehnya… majelis beliau tetap penuh.
Barokahnya tetap turun.
Karena orang tahu: ulama itu tugasnya bukan jadi MC kondangan.
Tugasnya ngingetin. Termasuk ngingetin yg pegang stempel.

Sekarang banyak ustadz yg hebatnya cuma di 2 hal:

  1. Ceramah: “Jangan cinta dunia”
  2. Praktek: “Tapi kalau ada amplop tebal, dunia nggak apa-apa”

Akhirnya tasawuf kita jadi tasawuf AC.
Dingin di dalam ruangan. Panas di luar nggak urus.

Padahal sederhana:
Hati yg bersih, nggak akan betah lihat tangan yg kotor.
Zikir yg benar, akan melahirkan lisan yg berani.

Jadi kalau ada yg bilang “jangan bahas korupsi, itu aib”
Tolong sampaikan:
Yang aib itu korupsinya.
Yang aib itu diamnya.
Yang aib itu kita, kalau udah tahu maling… masih bilang “sudahlah, biar Allah yg balas”.

Allah memang Maha Membalas.
Tapi Allah juga nyuruh kita mencegah dengan tangan, lisan, dan minimal… hati.

Dan hati tidak akan bergetar, kalau majelisnya cuma bahas surga…
sementara neraka nya lagi dibangun pakai duit APBDes.


Tinggalkan komentar