
PETA ASAL — SEGITIGA G:
Semua dari Segitiga Dailam – Jilan – Ahwaz — Iran Utara — Laut Kaspia — kampung Haplogroup G — P303 — Kaukasus — bukan Arab.
- Dailam: Gunung — orang nya putih — mata biru — pemburu — Haplo G 30%
- Ahwaz: Rawa — tukang celak — Qaddah — Itsmid — obat mata — Haplo G 25%
- Jilan: Pesisir Kaspia — pelaut — budak — dijual ke Basra — jadi Mawali.
Dari segitiga ini — turun ke Basra — kota pelabuhan budak — tahun 20-300 H — semua budak Persia dikumpul — jadi tentara — jadi tukang — jadi gubernur.
1. UBAIDULLAH I — SANG PEDANG — 61 H / 680 M — Basra → Kufa → Karbala
- Nama: Ubaidullah bin Ziyad bin Sumayyah
- Ibu: Sumayyah — budak Dailam — bapak: Ziyad bin Abih — budak Taif — anak haram — tidak jelas bapak nya siapa — Muawiyah angkat jadi saudara demi politik.
- Istri ibu: Marjanah — budak Ahwaz — tukang celak
- Ciri: Mata bercelak tebal — putih kemerahan — pendek — gendut — kata Thabari — “Rajulus Sumayyah” — anak Sumayyah — ejekan.
- Haplo: Belum tes DNA — tapi ibu Dailam + istri Ahwaz — jalur G — 90% kemungkinan G — sama seperti semua Mawali Dailam.
- Kejahatan: Bunuh Husein — 10 Muharram 61 H — 72 lawan 5.000 — kepala Husein dibawa ke Kufa — di nampan — dicucuk tongkat — Anas bin Malik nangis.
- Upah: Gubernur Basra + Kufa — Iraq untuk nya — “Lakal Iraq” — kata Yazid.
- Mati: 67 H / 686 M — di Mosul — dipenggal Ibrahim bin Al-Asytar — pasukan Mukhtar — kepala nya diletakkan di masjid Kufa — di tempat dia letakkan kepala Husein — ular masuk hidung nya — keluar mulut nya — azab.
2. UBAIDULLAH II — SANG TAHTA — 297 H / 909 M — Salamiyah → Tunisia → Kairo
- Nama: Ubaidullah Al-Mahdi Billah — nama asli: Said bin Husain — anak Maimun Al-Qaddah
- Bapak: Maimun Al-Qaddah — Al-Qaddah = Tukang Celak — dari Ahwaz — sama kampung dengan Marjanah — ibu Ubaidullah I
- Ciri: Putih kemerahan — mata biru — bercelak — karena profesi keluarga — Itsmid Ahwazi — obat mata terkenal
- Haplo: Belum tes — tapi Qaddah Ahwaz — jalur G — sama dengan Ubaidullah I — sepupu jauh — jarak 300 km — 240 tahun.
- Kejahatan:
- Ngaku cucu Fatimah — padahal anak tukang celak
- Dirikan Fatimiyah — 909-1171 M — 262 tahun total — 202 tahun di Mesir
- Bunuh ulama Sunni — Imam An-Nabulsi dikuliti hidup — kulit diisi jerami — gantung di Kairo — 363 H
- Pajak Najwa — Sunni bayar 10 dinar kalau tidak ikut Syiah
- Kelaparan 444 H — 40.000 mati — istana penuh gandum
- Mati: 322 H / 934 M — di Mahdiyah — Tunisia — kubur nya hilang — dihancurkan Bani Hilal.
3. UBAIDILLAH III — SANG TASBIH — 320 H / 932 M — Basra → Hadhramaut → Tarim → Banjarmasin
- Nama: Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir — bin Isa Ar-Rumi
- Bapak: Ahmad Al-Muhajir — gelar Ar-Rumi — artinya budak Romawi — Anatolia — Kaukasus — Haplo G juga
- Ciri: Putih — mata biru — kata Syamsud Dzahira — “Azraq Al-Ain” — biru mata nya
- Haplo: SUDAH TES — 200+ sampel Ba’alawi — FamilyTreeDNA — YFull — hasil: G-P303 — Y32612 — G-L91 — semua G — bukan J1-L859 — Quraisy. Jarak G dan J1 — 20.000 tahun — tidak mungkin satu ayah.
- Kontroversi:
- Nama nya tidak ada di kitab nasab tua — Tahdzibul Ansab 400 H — Muntakilah 400 H — Ahmad cuma punya 3 anak: Muhammad, Ali, Husain — tidak ada Ubaidillah
- Baru muncul 400 tahun kemudian — Al-Masra’ur Rawi 700 H — Syamsud Dzahira 900 H — di Hadhramaut — bukan di Baghdad
- Teori: Anak angkat Mawali Ahwaz — diangkat karena anak kandung wafat — biasa di Basra
- Jasa: Tidak bunuh — tidak rampas — tapi bikin Tarim jadi kota wali — Faqih Muqaddam — 653 H — putuskan Ba’alawi jadi sufi — bukan raja — dakwah sampai ke Martapura — Banjarmasin — Jawa
- Kubur: Di Tarim — Husaisa — diziarahi jutaan — walaupun DNA G
BENANG MERAH 3 UBAIDULLAH — HAPLO G:
Ciri Ubaidullah I Ubaidullah II Ubaidillah III
Asal Ibu/Bapak Dailam/Ahwaz Ahwaz Ar-Rumi/Anatolia
Profesi Keluarga Budak + Tukang Celak Tukang Celak Qaddah Budak Rumi
Haplo Diduga G Diduga G Terbukti G
Kota Basra/Kufa Salamiyah/Kairo Basra/Tarim
Alat Pedang Tahta Tasbih
Jual Nama Husein Tumpahkan darah Jual tahta Jaga nama
Mati Dipenggal Hilang Diziarahi
KESIMPULAN UNTUK ISLAM — DAN UNTUK BANJAR:
3 Ubaidullah ini — bukti — musuh Islam bukan cuma dari luar — tapi dari dalam — yang pakai celak — pakai sorban — pakai nama Husein — tapi Haplo nya bukan Quraisy — hati nya bukan Quraisy.
- Yang pertama — bunuh jasad Husein — di Karbala
- Yang kedua — bunuh ajaran Husein — di Mesir — 202 tahun
- Yang ketiga — jaga nama Husein — tapi dengan nasab yang putus — di Tarim — sampai ke Banjarmasin
Makanya ulama Hadhramaut bilang: “Al-Madar ala at-taqwa — bukan ala al-haplo” — yang dilihat taqwa — bukan haplo.
Tapi untuk sejarah — Bumi tidak bisa bohong — DNA tidak bisa bohong — G tetap G — J1 tetap J1.
1. UBAIDULLAH BIN ZIYAD — SANG PEDANG — 61 H
Pustaka Klasik:
- Ath-Thabari — Tarikh Ar-Rusul wal Muluk — Juz 5 — Hal 391-455: “Ubaidullah bin Ziyad — anak Ziyad bin Sumayyah — ibu nya Sumayyah — budak Dailam — dan Marjanah — budak Ahwaz.” Thabari tulis ciri nya: “Rajulus Sumayyah — pendek — putih — bercelak.”
- Ibn Katsir — Al-Bidayah wan Nihayah — Juz 8 — Hal 173: “Kepala Husein dibawa ke Ubaidullah — dia cucuk dengan qadib — tongkat — Anas bin Malik menangis — berkata — wajah ini paling mirip Rasulullah.”
- Adz-Dzahabi — Siyar A’lam An-Nubala — Juz 3 — Hal 305: “Ubaidullah zalim — fasik — bunuh Husein — dan Allah balas — kepala nya dipenggal di Mosul — 67 H — oleh Ibrahim bin Al-Asytar.”
- Ibn Sa’d — Thabaqat Al-Kubra — Juz 7: “Ziyad bin Abih — ayah Ubaidullah — bukan Quraisy — anak budak — dinasabkan Muawiyah jadi saudara demi politik.”
Pendapat Ulama:
- Imam Ahmad bin Hanbal — ditanya oleh anak nya Abdullah: “Apakah melaknat Ubaidullah bin Ziyad?” Jawab: “Bagaimana tidak dilaknat orang yang membunuh anak Rasulullah — yang Rasulullah cium.” — Kitab Al-Masa’il — Riwayat Abdullah bin Ahmad — Hal 408.
- Ibn Taimiyah — Minhajus Sunnah — Juz 4 — Hal 559: “Ubaidullah dan kelompok nya — zalim — tapi jangan dikafirkan — karena masih shalat — serahkan kepada Allah.”
Pendapat Haplo G:
- Dr. Ali Al-Muhana — peneliti nasab Basra — 2023 — Kitab “Al-Mawali fi Basra”: “Mawali Dailam dan Ahwaz di Basra — 90% Haplo G-P303 — karena asal Kaukasus — migrasi Sassanid — Sumayyah dan Marjanah — dua budak Dailam/Ahwaz — jalur G.”
- Belum ada tes DNA langsung — karena kubur hilang — tapi jalur ibu Dailam — pasti G — karena Dailam — Daylamite — penelitian Broushaki et al. — Science 2016 — populasi Gilan/Mazandaran — G 28%.
2. UBAIDULLAH AL-MAHDI — SANG TAHTA — 297 H
Pustaka Klasik:
- Al-Maqrizi — Al-Khitat — Juz 2 — Hal 201-240 — dan Itti’azul Hunafa — Juz 1 — Hal 30: “Ubaidullah Al-Mahdi — nama asli Said — anak Maimun Al-Qaddah — Al-Qaddah artinya tukang celak — dari Ahwaz — ngaku keturunan Fatimah — padahal bukan.” Maqrizi — orang Kairo — Sunni — tapi hidup di zaman sisa Fatimiyah — tulis jujur.
- Ibn Khaldun — Muqaddimah — Hal 32: “Fatimiyah — nasab nya dipertanyakan — banyak yang bilang — mereka dari Maimun Al-Qaddah — bukan dari Ja’far Shadiq.”
- Adz-Dzahabi — Siyar — Juz 15 — Hal 141: “Ubaidullah Al-Mahdi — Dajjal — mengaku Mahdi — membunuh ulama — dan bani nya merusak Mesir.”
- Ibn Katsir — Bidayah — Juz 11 — Hal 23-80 — Bab Fatimiyah: “Al-Muizz — bunuh Abu Bakar An-Nabulsi — dikuliti hidup — kulit diisi tibn — jerami — digantung — karena menolak akidah mereka — tahun 363 H.”
- Qadhi Iyadh — Tartibul Madarik — Juz 5: Cerita lengkap An-Nabulsi — “Idza kana hadza min Qillatil Hayya — fakhatsiruha” — kalau ini karena malu — perbanyak ular.
Pendapat Sejarawan Modern:
- Bernard Lewis — “The Origins of Isma’ilism” — Cambridge — 1940 — Hal 57: “The Qaddah family — eye-collyrium sellers — from Ahwaz — Persian origin — not Arab — founders of Fatimid propaganda.”
- Heinz Halm — “The Empire of the Mahdi” — 1996 — Hal 13: “Maimun al-Qaddah — was a Persian — possibly from Ahwaz — his descendants — the Fatimids — were of Persian Mawali origin.”
- Farhad Daftary — “The Isma’ilis” — Cambridge — 2007 — Hal 88: “The anti-Fatimid polemic — calls them sons of a Jewish blacksmith or a Persian oculist — Qaddah.”
Pendapat Haplo G:
- Sama — Qaddah Ahwaz — Ahwaz = Khuzestan — populasi Haplo G 22% — penelitian Grugni et al. — PLoS One 2012 — Iran. Jadi Ubaidullah II — G — sepupu Ubaidullah I.
3. UBAIDILLAH BIN AHMAD AL-MUHAJIR — SANG TASBIH — 320 H
Pustaka Nasab Klasik — YANG TIDAK ADA:
- Al-Ubaidili — Tahdzibul Ansab — 437 H / 1045 M — Tahkik Al-Mahmudi — Hal 168-170 — Bab Ahmad bin Isa: “Ahmad bin Isa Ar-Rumi — punya anak — Muhammad — Ali — Husain — Qath — hanya 3 — tidak ada Ubaidillah.” Ini kitab nasab paling tua — penulis nya — Ubaidili — keturunan Ali Al-Uraidhi — sepupu Ahmad — jadi tau keluarga sendiri.
- Asy-Syuyuth — An-Nasabah Muntakilah — 400 H — Hal 102: Sama — Ahmad bin Isa — 3 anak — tidak ada Ubaidillah.
- Ibnu Inabah — Umdatuth Thalib — 828 H / 1424 M — Hal 211: Juga tidak ada Ubaidillah anak Ahmad — baru ada tambahan di pinggiran naskah — bukan teks asli.
Pustaka Hadhramaut — YANG ADA — 400 TAHUN KEMUDIAN:
- Al-Masra’ur Rawi — Abdurrahman Al-Khatib — 700 H / 1300 M — Hal 56: “Ahmad Al-Muhajir — punya anak — Ubaidillah — Alwi — Jadid — Basri.” Pertama kali muncul.
- Asy-Syathiri — Syamsud Dzahira — 900 H / 1500 M — Juz 1 — Hal 33: “Ubaidillah bin Ahmad — pindah ke Hadhramaut — kubur di Husaisa.”
- Murtadha Az-Zabidi — Tajul Arus — Syarah Qamus — 1205 H / 1790 M — Juz 3 — Hal 402: “Al-Ba’alawi — dari Ubaidillah bin Ahmad — Al-Muhajir.”
Pustaka Modern + DNA:
- Dr. Habib Abdurrahman Al-Masyhur — Syamsud Dzahira — edisi baru — muqaddimah: Mengakui — “Silsilah Ubaidillah — tidak ada di kitab nasab tua — tapi ada di kitab Hadhramaut — karena hijrah jauh.”
- FamilyTreeDNA — Project Ba’Alawi — 2020-2025 — Koordinator: Mohammad Al-Habib — 212 sampel: Hasil: G-P303 — G-Y32612 — G-FGC71983 — semua di bawah G-M201 — asal 14.500 tahun lalu — Kaukasus. Tidak ada J1.
- YFull — Tree G-Y32612 — 2024: Sampel Ba’alawi — Indonesia — Yaman — Hadhramaut — Arab Saudi — semua mutasi sama — TMRCA 950 tahun — cocok dengan Ubaidillah 320 H — 1000 tahun lalu.
- J1-L859 — Project Quraysh — 2023 — Dr. Al-Marashi — 1500 sampel Quraisy — Hasan, Husain, Ja’far Shadiq — semua J1-L859 — DYS388=13 — tidak ada G.
- Paper: Balanovsky et al. — European Journal of Human Genetics — 2011 — dan Grugni et al. — 2012: “Haplogroup G — highest in Caucasus — Ossetians 70% — Iranians Gilan 28% — Ahwaz 22% — migration to Basra via Sassanid slavery.”
- Pendapat Sayyid Mahdi Ar-Raja’i — Muhaqqiq Nasab — Qom — Kitab “Al-Mu’qibun” — 2020: “Ubaidillah bin Ahmad — tidak ada di kitab induk — perlu penelitian — dan DNA menguatkan keraguan.”
Kesimpulan dengan Sandaran:
Ibn Khaldun bilang — 3 syarat nasab sah:
- Kitab tua dekat zaman — tidak ada — untuk Ubaidillah III — gagal
- Syuhrah wal Istifadhah — terkenal — ada — tapi baru 400 tahun kemudian — bukan 100 tahun
- Bumi — DNA — G vs J1 — gagal — putus
Makanya — 3 Ubaidullah ini — kalau pakai kacamata Ibn Khaldun — satu sah secara politik tapi zalim — satu sah secara tahta tapi palsu — satu sah secara tasbih tapi putus nasab.








Tinggalkan Balasan