
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui edukasi investasi berbasis syariah guna mengantisipasi maraknya investasi ilegal atau bodong.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al-Habsy, membuka Workshop Pasar Modal Syariah Tahun 2026 di Aula Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) Kabupaten Banjar, Martapura, Kamis (7/5/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Habib Idrus menegaskan Kabupaten Banjar yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah” tidak hanya dituntut kuat dalam nilai religius, tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat sesuai prinsip syariah. Hal tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Banjar yang MANIS (Maju, Mandiri, dan Agamis).
Ia menyampaikan tingginya minat masyarakat terhadap investasi perlu diimbangi dengan pemahaman yang benar agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan tidak masuk akal dari investasi ilegal.
“Minat masyarakat untuk berinvestasi sangat tinggi, namun risiko terjebak investasi bodong juga masih sering terjadi,” ujarnya.
Mengusung tema “Pemasukan Aman, Investasi Aman: Saatnya Mengenal Pasar Modal Syariah”, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman terkait instrumen investasi yang aman, legal, dan sesuai syariat.
Habib Idrus juga mengajak peserta memanfaatkan workshop untuk memperdalam pengetahuan, mulai dari pembukaan rekening saham syariah hingga pengelolaan risiko investasi.
“Investasi terbaik adalah meningkatkan kapasitas berpikir melalui ilmu pengetahuan,” katanya.
Ia turut mengapresiasi kolaborasi antara MES Kabupaten Banjar dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan dalam memperluas edukasi pasar modal syariah di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kabupaten Banjar, H. Muhammed Noval, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Roadshow Pasar Modal Syariah dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin.
Ia menyebutkan edukasi investasi berbasis syariah penting dilakukan agar masyarakat memahami instrumen investasi legal dan terhindar dari praktik investasi bodong.
Noval menambahkan, pihaknya juga berencana memperluas edukasi literasi keuangan syariah ke sektor lain seperti perbankan dan asuransi syariah.
“Harapannya masyarakat semakin tercerahkan, tidak mudah terjebak investasi menyesatkan, dan mampu memanfaatkan instrumen investasi yang tersedia secara aman,” pungkasnya.(zr)








Tinggalkan komentar