,

Pemkab Banjar Lantik 102 Kepala Sekolah, Sistem Baru BCKS Mulai Diterapkan

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 102 guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah. Pelantikan ini menjadi yang pertama menggunakan sistem seleksi baru, yang digelar di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar, Martapura, Selasa (19/5/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menyampaikan bahwa dari total 102 kepala sekolah yang dilantik, 74 orang merupakan hasil promosi jabatan, sementara 28 lainnya melalui mutasi. Para kepala sekolah tersebut akan ditempatkan di jenjang TK, SD, hingga SMP.

Ia menjelaskan, proses seleksi kali ini telah menggunakan sistem Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Ini pertama kalinya kita menggunakan sistem BCKS. Sebelumnya syarat utama kepala sekolah adalah berasal dari Guru Penggerak, sekarang sudah murni melalui seleksi BCKS,” ujarnya usai pelantikan.

Liana juga menekankan langkah awal yang harus segera dilakukan para kepala sekolah di tempat tugas masing-masing, yakni melakukan evaluasi menyeluruh melalui Rapor Pendidikan.

“Begitu mulai bertugas, langsung identifikasi Rapor Pendidikan, lakukan refleksi, dan segera lakukan perbaikan. Targetnya tahun depan harus ada peningkatan di masing-masing satuan pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menyebut pelantikan ini sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus penyegaran organisasi yang lazim dilakukan dalam siklus lima tahun.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati Banjar bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan dalam aspek pembelajaran, tetapi juga harus mampu mengelola tata usaha, administrasi, hingga keuangan sekolah secara profesional.

Namun, terdapat penekanan utama yang menjadi perhatian.

“Integritas adalah hal yang paling utama. Kepala sekolah harus mampu menjadi teladan. Jika integritas seorang pemimpin terganggu, maka seluruh sistem di lingkungan sekolah juga akan ikut terpengaruh,” tegasnya.

Melalui penyegaran ini, Pemkab Banjar berharap lahirnya kepala sekolah yang mampu menghadirkan inovasi serta mendorong peningkatan kualitas dan prestasi peserta didik di Kabupaten Banjar.(zr)

Tinggalkan komentar