
BANJAR – Hutan lindung Riam Kiwa berdarah. Bentang alam di KPH Kayutangi, Kabupaten Banjar, diobrak-abrik kawanan penambang emas ilegal. Saat tim gabungan Dishut Kalsel, Polres Banjar, dan Kodim 1006 Banjar menyergap lokasi, yang tersisa cuma lubang menganga, sungai keruh, dan tenda biru yang ditinggal kabur.
Penggerebekan dramatis itu berawal dari laporan warga yang muak lihat hutan mereka dirusak. Tim patroli harus berjibaku terabas jalur neraka: nanjak bukit pakai trail, nyusup semak belukar, susur tepi sungai licin. Drone pun diterbangkan, memotret dari udara borok-borok tambang yang mencabik paru-paru Kalimantan.
Ironis. Saat sepatu boot petugas menginjak lokasi, para pelaku sudah lebih dulu hilang ditelan rimba. Diduga bocor, mereka kabur tinggalkan jejak kerusakan: tanah dikeruk, pohon tumbang, air sungai berubah cokelat pekat tercemar merkuri.
“Ini kejahatan lingkungan. Nggak ada toleransi,” tegas satu sumber di tim gabungan. Meski tak ada yang diringkus, semua bukti sudah dikantongi. Foto, video, titik koordinat. Tinggal nunggu waktu untuk memburu otak pelakunya.
Aparat bersumpah patroli bakal digencarkan. Hutan Kalsel bukan tempat jarah tambang ilegal. Masyarakat diminta jangan bungkam. Sekali lihat aktivitas mencurigakan, langsung lapor. Sebelum Kalsel jadi kubangan tambang liar.
Drone Bongkar Borok Tambang Emas Ilegal di Jantung Riam Kiwa, Pelaku Lolos Saat Disergap
RIAM KIWA, BANJAR – Sunyi di Riam Kiwa pecah. Bukan oleh suara burung, tapi deru mesin dompeng penambang emas ilegal yang selama ini sembunyi di lebatnya hutan KPH Kayutangi. Kamis (28/5/2026) kemarin, borok itu akhirnya terbongkar lewat operasi gabungan darat dan udara.
Bermodal laporan warga yang resah, tim Dishut Kalsel, Polres Banjar, dan Kodim 1006 Banjar bergerak senyap. Medan tak main-main. Petugas harus bergelut dengan tanjakan curam dan jalur berlumpur pakai motor trail. Dari atas, mata drone mengunci titik-titik panas: tenda-tenda biru, kubangan air raksa, dan alat sedot emas berdiri angkuh di tengah hutan produksi.
Hasilnya miris. Hutan yang harusnya hijau, kini terkoyak. Aliran sungai yang harusnya jernih, kini keruh mengancam hajat hidup warga Sungai Jelai. Dugaan kuat, merkuri dan sianida sudah mencemari air.
Namun operasi senyap ini kebobolan. Entah diendus atau sudah ada yang membisiki, para penambang raib beberapa saat sebelum tim tiba. Nihil tersangka. Yang didapat hanya ‘kuburan’ tambang: mesin dongfeng, kasbok, dan terpal yang ditinggal lari.
“Pelaku kabur, tapi jejak digital dan koordinat sudah kami kunci,” ujar petugas di lokasi. Barang bukti kini jadi modal untuk memburu dalang di balik perusakan Riam Kiwa ini.
Pemerintah Kalsel janji tak akan kasih napas. Patroli rutin bakal diintensifkan. Sebab jika dibiarkan, Riam Kiwa bisa jadi Desa Kinipan jilid dua: hutan habis, bencana ekologis di depan mata. (berbagai sumber)








Tinggalkan komentar