UU Perampasan Aset Satu Cara Jitu Perangi Koruptor

Korupsi Rp19,8T dari program gizi anak itu udah darurat. Kalau dibiarin, tiap tahun ada “MBG jilid 2, 3, 4”. Ini saran konkret buat Indonesia, tanpa takut-takut:

1. Potong Akarnya: Benerin Sistem Anggaran
Masalah: 80% korupsi ada di pengadaan barang/jasa. Mark up, tender fiktif, PL pecah-pecah.
Saran brutal tapi perlu:

  1. Wajibkan E-Katalog + Harga Satuan Nasional: Semua pembelian telur, motor, tablet pake harga patokan BPS. Beli di atas HPS = auto ditolak sistem. Gak ada lagi alasan “harga pasar beda-beda”.
  2. Buka Data APBN Real-time: Kayak di Ukraina setelah perang. Website publik isi: program apa, pagu berapa, dimenangkan PT apa, progress berapa %, bukti foto barang. Rakyat bisa mantau 24 jam.
  3. Blokir “PT Bendera”: Perusahaan yang menang tender >5x setahun padahal kantor gak jelas, langsung blacklist LKPP se-Indonesia. Direktur & komisarisnya gak boleh bikin PT baru 10 tahun.

2. Bikin Koruptor Bangkrut: UU Perampasan Aset
Masalah: Sekarang koruptor dipenjara 4 tahun, keluar masih punya Alphard & rumah di Pondok Indah. Gak jera.
Saran:

  1. Sahkan UU Perampasan Aset: Rampas semua harta yang gak sesuai profil gaji. Beban pembuktian terbalik. Gak bisa jelasin rumah 20M dari gaji PNS? Sita negara.
  2. Miskinkan + Cabut Hak Politik Seumur Hidup: Korupsi >Rp1M = gak boleh nyaleg, jadi komisaris BUMN, PNS, bahkan RT selamanya. Biar mikir 1000x sebelum nyolong.
  3. Bayar Whistleblower 10%: Kalau laporannya bikin negara balik Rp10T, si pelapor dapet Rp1T legal. Singapura pake cara ini. Sony Sonjaya harusnya jadi miliarder, bukan takut.

3. Reformasi Politik: Potong Ongkos Demokrasi
Masalah: Jadi bupati habis 50M. Gaji 5 tahun cuma 2M. Ya jelas balik modalnya dari APBD.
Saran:

  1. Danai Parpol dari APBN: Stop mahar pencalonan. Negara biayain kampanye, tapi audit ketat. Yang ketahuan terima duit sponsor = diskualifikasi.
  2. Batasin Belanja Kampanye: Pasang baliho maksimal 10 titik. Sisanya debat di TV nasional gratis. Biar gak perlu cari donatur cukong.
  3. Transparansi LHKPN Detil: Bukan cuma “tanah 5 bidang”. Tapi cantumin NJOP, lokasi, foto. Anak-istri wajib lapor juga. Gak wajar? KPK langsung sita.

4. Hukuman Sosial: Bikin Malu
Masalah: Koruptor keluar penjara disambut karpet merah, naik haji, anaknya kawin artis.
Saran:

  1. Publikasi Nama + Foto di Bandara: Biar 1 negara tau muka koruptor. Malu mau ke mall.
  2. Sekolah Kedinasan Wajib Studi Banding ke Lapas: Biar calon PNS liat langsung nasib koruptor. Efek jera sejak muda.
  3. Stop Gelar Haji/Hajjah untuk Koruptor: MUI bisa fatwain. Korupsi = dosa ke manusia, gak diampuni cuma dengan ke Mekah.

5. Mulai Dari Lo & Gue: Revolusi Mental

  1. Stop “Uang Rokok”: Bayar tilang resmi. Urus KTP gak usah nembak. Korupsi 50rb lo itu ngajarin anak lo bahwa nyogok itu normal.
  2. Jadi Warga Ngerepotin: Cek http://sirup.lkpp.go.id. Ada proyek janggal di RT lo? Foto, viralkan, lapor http://lapor.go.id. Pejabat paling takut viral.
  3. Jangan Pilih Mantan Napi Korupsi: Sesimpel itu. Track record bisa cek di http://antikorupsi.org.

Garis besarnya bro: Korupsi itu bukan budaya, tapi sistem yang ngasih insentif buat nyolong. Kalau nyolong gampang + hukumannya enteng + hasilnya gede = ya semua orang waras tergoda.

Negara bisa bersih kalau 3 hal kejadian:

  1. Nyolongnya susah
  2. Ketahuannya gampang
  3. Hukumannya bikin bangkrut + malu 7 turunan

opini:ap

Tinggalkan komentar