
MARTAPURA – Penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar 2026 yang digelar di Kota Banjarbaru menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar. Pelaksanaan kegiatan di luar wilayah Kabupaten Banjar dinilai perlu dievaluasi karena belum sepenuhnya mendukung perputaran ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar. Dalam forum itu, Komisi IV DPRD menyoroti lokasi pelaksanaan serta penggunaan anggaran Pemilihan Nanang Galuh yang mencapai sekitar Rp314 juta, Rabu (8/7/2026).
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya mengatakan pihaknya menerima seluruh catatan yang disampaikan DPRD sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan kegiatan di masa mendatang.
“Evaluasi ini sangat baik bagi kami. Ke depan tentu akan menjadi catatan penting agar penyelenggaraan kegiatan dapat dimaksimalkan sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya usai RDP.
Irwan menegaskan, peran Nanang dan Galuh tidak berhenti setelah malam grand final. Keduanya tetap dilibatkan sebagai mitra pemerintah untuk mempromosikan potensi Kabupaten Banjar sekaligus mendukung berbagai program dan kampanye publik.
“Mereka bukan hanya mempromosikan pariwisata dan budaya, tetapi juga ikut mengampanyekan pencegahan stunting, bahaya narkoba, hingga mewakili Kabupaten Banjar pada berbagai kegiatan di tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
Ia menyebutkan, promosi destinasi unggulan seperti Pasar Terapung Lok Baintan dan kawasan religi Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kelampayan akan terus diperkuat melalui peran para duta wisata tersebut agar semakin dikenal masyarakat luas.
Di sisi lain, Disbudporapar juga terus mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan destinasi wisata yang belum berkembang optimal. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing destinasi, baik dari sisi sarana pendukung maupun peningkatan kapasitas pengelolanya.

“Setiap destinasi memiliki kendala yang berbeda. Karena itu, kami terus melakukan pendekatan dengan Pokdarwis untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masing-masing destinasi,” katanya.
Irwan menjelaskan, anggaran sekitar Rp314 juta tidak hanya digunakan untuk pelaksanaan malam grand final, tetapi mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi ke sekolah dan perguruan tinggi, proses seleksi, pembekalan peserta, pelaksanaan grand final, hingga persiapan pengiriman wakil Kabupaten Banjar ke ajang tingkat provinsi maupun nasional.
“Jadi anggaran itu bukan hanya untuk satu malam grand final, tetapi digunakan untuk seluruh tahapan kegiatan hingga persiapan mengikuti pemilihan di tingkat berikutnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh masukan yang disampaikan dalam RDP akan menjadi bahan evaluasi Disbudporapar untuk penyelenggaraan Pemilihan Nanang Galuh pada tahun-tahun mendatang. Pihaknya juga akan mengikuti arahan pimpinan daerah terkait hasil evaluasi tersebut.(zr)








Tinggalkan komentar