
Modus korupsi batubara di PLN itu udah beberapa kali kebongkar KPK. Intinya main di “harga + kualitas + kuantitas”.
Ini 5 modus paling umum yang sering dipakai:
1. Mark up Harga Batubara DMO
DMO = Domestic Market Obligation
Aturannya: Perusahaan tambang wajib jual 25% produksi ke PLN dengan harga maksimal $70/ton.
Modusnya:
- Bikin perusahaan “perantara” / trading. Tambang jual ke perantara $70, lalu perantara jual ke PLN $90-$100
- Pakai “biaya jasa” fiktif: biaya angkut, biaya inspeksi, biaya pelabuhan yang digelembungkan
- Hasilnya: Negara rugi karena subsidi PLN membengkak, PLN rugi bayar lebih mahal
2. Kualitas Batubara Diturunkan / “Tukar Guling”
Speksifikasi di kontrak: Harusnya 4200 – 5000 kalori, kadar sulfur rendah.
Modusnya:
- Pas serah terima, batubara 4200 kalori dicampur batu, tanah, air biar beratnya nambah
- Hasil lab dipalsukan. Sampel bagus dikirim ke lab, tapi yang dikirim ke PLTU jelek
- Dampak: Mesin PLTU cepat rusak, efisiensi turun, PLN harus beli batubara tambahan
3. Kuantitas / Tonase Digembungkan
Modusnya:
- 1 tongkang isinya 7000 ton, di surat jalan ditulis 8000 ton
- Main di “draft survey” dan “timbangan”. Petugas lapangan disogok
- Selisihnya dibagi. Ini paling sering di pelabuhan muat & bongkar batubara
4. Kongkalikong Tender & Penunjukan Langsung
Modusnya:
- Bikin perusahaan “boneka” buat ikut tender. Syarat digampangin
- Bocorin HPS / Harga Perkiraan Sendiri ke rekanan tertentu
- Ada “jatah” batubara buat pejabat/oknum. Imbalannya berupa fee, saham, atau proyek lain
- Kontrak jangka panjang 3-5 tahun dikunci ke 1 grup, biar nggak ada saingan
5. Pemalsuan Dokumen & Jalur Ekspor Ilegal
Modusnya:
- Batubara DMO yang harusnya buat PLN malah diselundupkan ekspor. Dokumennya dipalsukan jadi “batubara non-DMO”
- Pakai perusahaan tambang lain buat “nutupin” kekurangan DMO
- Dana hasil ekspor masuk ke rekening pribadi/kelompok
Kenapa rawan?
- Nilainya gede: Kebutuhan PLN 120 juta ton/tahun. 1 rupiah selisih aja udah ratusan miliar
- Rantai panjang: Tambang → Trading → Tongkang → PLTU. Banyak titik yang bisa “bocor”
- Barang padat: Susah diawasin 1 per 1. Beda sama uang yang bisa dilacak transfernya
Upaya Pencegahan Sekarang
PLN + KPK sekarang pakai sistem:
- e-Purchasing batubara biar transparan
- Surveyor independen + CCTV di jetty
- Audit kalori & tonase mendadak








Tinggalkan komentar