
MARTAPURA – Harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Banjar terpantau stabil. Bahkan, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Berdasarkan laporan pemantauan harga per 7 Juli 2026, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan dibandingkan data sebelumnya pada 26 Mei 2026. Harga telur ayam ras turun dari Rp29.000 per kilogram (kg) menjadi Rp27.000 per kg.
Penurunan juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang sama-sama turun dari Rp45.000 per kg menjadi Rp36.000 per kg. Sementara harga gula pasir turun dari Rp19.000 per kg menjadi Rp18.000 per kg, sedangkan tempe turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kg.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah, mengatakan kondisi harga bapok saat ini masih terkendali.
“Alhamdulillah tidak ada yang naik ke tingkat yang tinggi, malah banyak yang turun dibanding bulan lalu. Dugaan awal kami, ini dipengaruhi faktor hari libur dan dinamika stok terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Rachmad, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, penurunan permintaan menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas.
“Permintaannya saat ini sedang berkurang, jadi harganya ikut turun,” katanya.
Selain komoditas tersebut, harga daging ayam ras juga mengalami perubahan. Pada bulan sebelumnya berada di angka Rp22.000 per kg, kemudian sempat naik menjadi Rp23.000 per kg dan kini berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg.
Sementara itu, minyak goreng kemasan masih bertahan di harga Rp15.700 per liter. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan harga masih jauh dari kekhawatiran kenaikan hingga kisaran Rp22.000 per liter yang sempat menjadi perhatian sebelumnya.
Adapun sejumlah komoditas lain masih berada pada harga yang sama dibandingkan pemantauan sebelumnya. Di antaranya beras medium Rp12.000 per kg, daging sapi Rp160.000 per kg, tepung terigu kemasan Rp13.000 per kg, serta cabai merah Rp50.000 per kg.
Meski sebagian besar harga bapok stabil, Rachmad menyebut pergerakan cabai rawit masih menjadi perhatian karena mengalami perubahan cukup cepat.

Berdasarkan data pemantauan, harga cabai rawit sempat meningkat hingga Rp120.000 per kg dari harga normal Rp100.000 per kg. Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama dan kini kembali berada di angka Rp100.000 per kg.
“Karena untuk komoditas ini kita masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Namun yang pasti, sekarang sudah turun lagi ke angka Rp100 ribu,” jelasnya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Bagian Perekonomian dan SDA Setda Banjar akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami masih mencari informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti fluktuasi harganya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memastikan perkembangan harga ke depan. Yang pasti, saat ini harga di pasaran sudah aman dan tidak ada masalah,” pungkas Rachmad.(zr)








Tinggalkan komentar