
JAKARTA, BBC Indonesia – Rabu, 8 Juli 2026
Polri menggelar operasi penggeledahan besar-besaran sejak Rabu (08/07). Belasan lokasi yang diduga terkait korupsi di PT PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel digeledah serentak oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Operasi 2 hari ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena sasarannya, tapi juga karena di salah satu titik, tim penyidik membawa keluar sebuah brankas dari Kafe D’Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Geledah Berdasarkan 2 Laporan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya penggeledahan.
“Operasi ini dilakukan berdasarkan 2 laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan suap,” ujarnya.
Tiga BUMN yang disorot selama ini memang jadi perhatian publik. Dari kasus tata niaga batubara PLN, pengelolaan dana ASABRI, hingga proyek di Krakatau Steel.
Penjagaan Ketat di Kediaman Jampidsus
Di saat yang bersamaan, kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Kramat Pela, Kebayoran Baru juga terlihat dijaga ketat oleh personel TNI sejak Rabu malam.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menyebut pengamanan dilakukan sesuai Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan terhadap jaksa.
“Pengamanan ini atas permintaan Kejaksaan. Ini tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang,” tegasnya.
TNI juga membantah kehadiran anggotanya di sejumlah lokasi penggeledahan ada kaitannya dengan operasi Polri. “Itu proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri,” katanya.
Nama Febrie Kembali Mencuat
Nama Febrie Adriansyah memang sudah beberapa kali disebut dalam laporan masyarakat. Pada Maret 2025, koalisi LSM melaporkan Febrie ke KPK atas dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam 4 perkara: Jiwasraya, suap Ronald Tannur-Zarof Ricar, tata niaga batubara Kaltim, dan TPPU.
Kali ini, sorotan kembali tertuju setelah kafe yang berada di Cipete ikut digeledah. Ketika ditanya soal kaitan kafe tersebut dengan Jampidsus, polisi memilih tidak berkomentar banyak.
“Silakan tanyakan sama yang tahu… Kalau ada yang mengait-ngaitkan itu, di luar statement kami,” kata Kombes Budi Hermanto.
Apa Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, Polri belum merilis secara detail barang bukti apa saja yang diamankan, termasuk isi dari brankas yang dibawa dari Kafe D’Clan.
Pengamat hukum menilai operasi ini adalah ujian bagi sinergi penegakan hukum. Di satu sisi Polri bergerak, di sisi lain Kejaksaan mendapat pengamanan ekstra dari TNI.
Publik kini menunggu: apakah penggeledahan ini akan berujung pada peningkatan status ke penyidikan, atau hanya sebatas pengumpulan barang bukti.








Tinggalkan komentar