,

Dugaan Konflik Kepentingan, LSM Perisai Banua Soroti Keributan Kadis-Kabid Disbudporapar Banjar di Tengah Tender 14 Miliar


MARTAPURA – Keributan yang diduga melibatkan Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar kembali menjadi sorotan.

LSM Perisai Banua menduga insiden “hampir baku hantam” tersebut memiliki kaitan erat dengan proses pengadaan proyek pembangunan sarana olahraga senilai 14 miliar.

Hal itu disampaikan LSM Perisai Banua melalui unggahan di media sosial, Rabu 8/7/2026. Dalam postingannya, LSM tersebut mempertanyakan apakah drama memanas antara 2 pejabat di Disbudporapar ada kaitannya dengan tender paket “Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga – Pembangunan Indoor Volly Tahap 2” dengan kode 10134601000.

“Apakah ada kaitan dgn proses pengadaan barang dan jasa senilai 14 milyar… patut di curigai atau di duga ada upaya merubah pemenang,” tulis LSM Perisai Banua.

Berdasarkan dokumen yang dilampirkan LSM, paket tersebut sudah menetapkan PT. TUAH PERSADA sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp. 11.524.890.000. Namun, LSM menyebut ada perusahaan peserta lain yang mengajukan sanggahan meskipun pemenang dengan harga terendah sudah ditetapkan.

LSM menduga insiden keributan antara pejabat tersebut terjadi karena adanya upaya untuk mengintervensi hasil tender.

“Bayang kan jika penawar no 1 di batalkan karena ada sanggahan dari penawar di bawahnya ini jelas ada sesuatu yg harus di cermati,” lanjut pernyataan LSM.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Disbudporapar Kabupaten Banjar maupun BKPSDM terkait kebenaran insiden tersebut.

LSM Perisai Banua mendesak Inspektorat dan APIP Kabupaten Banjar untuk segera melakukan audit khusus terhadap proses pengadaan tersebut, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi.


BREAKING: Ada Apa Antara Konflik Pejabat & Tender 14M?

LSM Perisai Banua soroti keributan Kadis vs Kabid Disbudporapar Banjar.

Menurut LSM, insiden “hampir baku hantam” usai apel diduga ada kaitannya dengan tender proyek Indoor Volly Tahap 2 senilai 14 Miliar, kode: 10134601000.

Fakta:

  1. Pemenang sudah ditetapkan: PT. TUAH PERSADA – 11,5 M
  2. Ada perusahaan lain ajukan SANGGAHAN
  3. LSM curiga: ada “upaya merubah pemenang”

Pertanyaan publik: Apakah konflik ini karena rebutan proyek?

Kami mendesak Inspektorat Banjar audit sekarang! Jangan sampai anggaran rakyat jadi ajang rebutan pejabat.

Meski telah coba diminta tanggapan rumor dari LSM, para pejabat terkait belum memberi pernyataan.

Kabid Olahraga Disbudparpora A Yaseer mengatakan tidak ada kaitannya sama sekali. “Demikian yang dapat ulun sampaikan. Peristiwa yang ramai diberitakan tersebut terjadi pada 8 Juni 2026 dan sudah cukup lama berlalu. Selain itu, narasi yang berkembang di pemberitaan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kejadian yang sebenarnya,” ujarnya menyangkal.

KawalAnggaran #Banjar #LSMPerisaiBanua


Tinggalkan komentar