
Oleh: Warga Banjar yang Cinta Hukum
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polda Kalsel.
Di tengah hiruk pikuk Kalimantan Selatan, Bapak-Bapak penyidik sudah sangat “bijak” dalam memilih musuh.
Kenapa repot-repot mengusut tambang ilegal yang jalurnya sepanjang sungai Barito?
Itu kan butuh helikopter, butuh tim, butuh nyali. Capek.
Kenapa harus ngejar mafia solar subsidi yang mainnya pakai truk tangki modifikasi tengah malam?
Gelap. Bahaya. Mending terang-terangan.
Kenapa harus bongkar underinvoicing CPO dan batubara yang berkasnya setebal Al-Qur’an dan nyebrang 3 negara?
Pusing ngitungnya. Mending ngitung like di postingan Facebook.
Jauh lebih efisien kalau kita fokus ke yang “ringan-ringan” saja:
1. Tokoh yang Kritis
Cukup 1 screenshot, 2 saksi, langsung naik. Hemat waktu. Hemat energi.
Dampaknya ke APBN? Nol. Tapi dampaknya ke “kenyamanan” ? Maksimal.
2. Warga yang Komentar
Ini paling gampang. Tinggal pasal 27 UU ITE tempel.
Tidak perlu BPK, tidak perlu audit, tidak perlu PPATK.
1 minggu beres. Prestasi.
Sementara itu…
Tambang ilegal masih pesta pora. Solar subsidi masih antri ke jerigen.
Proyek 14 M masih bisa “lolos sanggahan”.
Tapi tenang, semua aman. Karena musuh negara yang sebenarnya sudah berhasil kita amankan: keyboard warrior.
Sungguh pilihan strategis.
Mengapa mengejar kerugian negara triliunan, kalau bisa mengejar kerugian “perasaan” yang nominalnya tidak terhingga?
Kami yakin ini semua demi keadilan.
Keadilan yang proporsional.
Proporsional dengan tingkat kesulitan dan tingkat keributan.
Majulah Polda Kalsel.
Kami tunggu hari dimana Satgas Tambang Ilegal lebih ramai dari Satgas Cyber.
Kami tunggu hari dimana Berkas Korupsi lebih tebal dari Berkas ITE.
Sampai hari itu tiba, kami akan tetap “kritis”…
…dari kejauhan. Demi keamanan bersama.
Hormat kami,
Warga yang masih percaya hukum tajam ke atas








Tinggalkan komentar