Jalan Pingaran Ilir Ambles, PUPRP Banjar Siapkan Akses Sementara dan Langkah Perbaikan Permanen

MARTAPURA – Ruas jalan di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, mengalami ambles sehingga mengganggu akses masyarakat setempat dan perlu segera mendapat penanganan. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar memastikan penanganan akan dilakukan secara permanen setelah kajian teknis dan penyelidikan kondisi tanah selesai dilakukan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, M Milky Rosadie mengatakan, amblesnya jalan tersebut mulai terjadi sejak Jumat (17/7/2026) dan mencapai kondisi terparah pada Minggu (19/7/2026) malam.

“Ini kalau tidak salah terjadinya mulai hari Jumat, kemudian puncaknya hari Minggu tadi,” ujarnya saat melakukan peninjauan di lokasi, Senin (20/7/2026).

Milky menjelaskan, pihaknya bersama tim ahli telah melakukan peninjauan awal untuk menentukan langkah penanganan. Namun, sebelum perbaikan dilakukan, perlu dilakukan penyelidikan tanah untuk mengetahui kondisi struktur di bawah permukaan.

“Para ahli harus melakukan uji penyelidikan tanah, seperti sondir,” jelasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan kajian awal, amblesnya jalan tersebut diduga terjadi akibat penyusutan permukaan air tanah. Kondisi itu menyebabkan tanah yang sebelumnya jenuh air mengalami perubahan hingga memicu longsoran.

“Waktu menyusut itu partikel-partikel tanah yang sebelumnya jenuh terisi air menjadi kering dan jadilah longsor,” katanya.

Untuk penanganan, PUPRP Kabupaten Banjar berencana menggunakan metode permanen. Menurut Milky, pihaknya tidak memilih penanganan sementara pada bagian tebing karena dinilai kurang efektif dan berpotensi menambah pembiayaan.

Sambil menunggu penanganan utama, pemerintah daerah akan mengupayakan akses sementara bagi warga berupa titian ulin agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Untuk akses warga kami usahakan melakukan pembangunan akses sementara berupa titian ulin. Jadi akses tetap ada,” tambah Milky.

Terkait tiang listrik yang terdampak akibat amblesnya jalan, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN. Laporan kondisi tersebut sudah diterima dan penanganan diperkirakan segera dilakukan.

Sementara itu, jalan tersebut sebelumnya dikerjakan mulai April 2026 dan selesai pada Juni 2026 dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp400 juta.

Milky menegaskan, besaran anggaran untuk perbaikan permanen belum dapat ditentukan karena masih menunggu hasil penyelidikan tanah.

“Kita boring dulu. Setelah itu kita tahu kedalamannya seperti apa, kedalaman tanah keras yang tidak tersentuh longsoran sedalam apa. Setelah itu baru bisa menentukan berapa anggarannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode penanganan akan ditentukan setelah hasil penyelidikan tanah dan kajian teknis selesai dilakukan, dengan opsi konstruksi berupa siring penahan maupun sistem box.(zr)

Tinggalkan komentar