Kejari Geledah Dinkes Banjar, 48 Dokumen dan 1 PC Diamankan dalam Penyelidikan Proyek RS Tipe D Gambut

MARTAPURA – Sejumlah awak media tampak berkumpul di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Senin (20/7/2026), menunggu keterangan resmi dari tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar usai penggeledahan yang berlangsung sekitar tujuh jam. Dalam penggeledahan tersebut, tim Kejari mengamankan 48 dokumen dan satu unit komputer (PC) sebagai bagian dari penyelidikan yang berkaitan dengan pematangan lahan dan perencanaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Gambut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Banjar, Harry Fauzan, mengatakan penggeledahan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.

“Hari ini kami melaksanakan penggeledahan di tiga ruangan. Dari kegiatan tersebut didapatkan 48 dokumen dan satu alat bukti elektronik,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan sehingga belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Masih penyelidikan. Setelah kita temukan peristiwanya, kita cari alat bukti dan nanti baru kita angkat sebagai tersangka,” katanya.

Harry juga mengungkapkan penyidik telah memeriksa sekitar 20 orang saksi. Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas mereka karena proses penyidikan masih berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. GT. M. Kholdani, membenarkan adanya penggeledahan di kantor tersebut. Ia memastikan pihaknya bersikap kooperatif selama proses yang dilakukan tim Kejari.

“Kami diminta menyaksikan proses penggeledahan. Barang yang dibawa berupa dokumen dan satu unit PC komputer,” ujarnya.

Kholdani mengatakan, berdasarkan surat tugas yang ia lihat, terdapat keterangan terkait pematangan lahan. Namun, ia mengaku belum mengetahui lebih jauh mengenai materi penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kejari Banjar.

Ia menyebutkan seluruh pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tetap berjalan normal selama proses tersebut berlangsung.

“Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan, tidak ada yang terganggu,” pungkasnya. (zr)

Tinggalkan komentar