
KARANG INTAN – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Intelijen bagi Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan se-Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Ballroom Bukit Bintang Park and Resort, Kecamatan Karang Intan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, yang mewakili Bupati Banjar dengan membacakan sambutan tertulis.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Rakhmat Dhany menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesbangpol beserta seluruh jajaran FKDM yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan kondusivitas wilayah.
“FKDM adalah perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah mata dan telinga pemerintah, sehingga kepekaan terhadap potensi konflik serta penyampaian informasi yang cepat dan akurat menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Banjar memiliki luas wilayah lebih dari 4.600 kilometer persegi yang mencakup 20 kecamatan, 277 desa, dan 13 kelurahan. Kondisi tersebut menjadikan kemajemukan masyarakat sebagai kekuatan sekaligus tantangan dalam menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, ancaman terhadap keamanan saat ini tidak lagi terbatas pada konflik fisik, tetapi juga berkembang dalam bentuk penyebaran paham radikal, intoleransi, hoaks, disinformasi, hingga provokasi melalui media sosial.
Pelatihan ini dilaksanakan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 dengan tujuan meningkatkan kemampuan analisis situasi, memperkuat deteksi dan pencegahan dini, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memperkuat sinergi dan profesionalisme anggota FKDM.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banjar, Tofik Norman Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 110 peserta yang terdiri atas pengurus FKDM tingkat kecamatan se-Kabupaten Banjar dan pengurus FKDM tingkat kabupaten.
Untuk memperkuat kapasitas peserta, Kesbangpol menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, yakni Polres Banjar, Kejaksaan Negeri Banjar, dan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan.
“Harapannya, melalui kegiatan ini keterampilan teman-teman FKDM di tingkat kecamatan semakin terasah dalam mengolah dan menyampaikan informasi terkait potensi-potensi kerawanan di lingkungannya masing-masing,” ucapnya.
Ia menambahkan, potensi kerawanan yang menjadi fokus pengawasan meliputi berbagai kemungkinan gesekan maupun konflik sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan pandangan masyarakat. Melalui kemampuan deteksi dini yang dimiliki anggota FKDM di lapangan, setiap potensi perselisihan diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.(zr)








Tinggalkan komentar