
Saya warga Banjar. Sejak 30 Juni 2026 listrik padam bergilir. PLN bilang “pembangkit rusak”.
Tapi kami bertanya:
- Kenapa bisa rusak barengan? 11 pembangkit swasta mitra PLN rusak di waktu yang sama. Kebetulan?
- Batu bara kita kemana? Kalsel penghasil batu bara terbesar. Tapi PLTU kita defisit daya. Ada apa dengan pasokannya?
- Kasus korupsi sudah ada di depan mata. Kejati Kalteng sudah tahan orang karena CoA batu bara palsu untuk PLN. Kejati Kalsel baru geledah ESDM soal jual beli izin tambang.
Polri sudah bongkar dugaan korupsi 5 Triliun pengadaan batu bara PLTU yang diduga picu blackout di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Pertanyaan kami ke Polda Kalsel & Kejati Kalsel:
Apakah sudah ada audit khusus untuk rantai pasok batu bara di Kalsel?
Apakah 11 pembangkit swasta yang rusak itu sudah diperiksa?
Jangan sampai “kerusakan mesin” jadi tameng untuk menutupi kebocoran.
Kami tidak butuh alasan. Kami butuh terang.
Karena setiap 1 jam padam = 1 UMKM mati, 1 anak gagal belajar, 1 kulkas busuk.
“Kalau tambang di tanah kami, maka listrik untuk kami juga harus jadi prioritas”
#BanjarTerang #AuditPLN #PoldaKalselKerja








Tinggalkan komentar