
Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
25 — 26 Juli 2026
Kontak Media:
Wira Surya Wibawa
Koordinator XR Meratus
[Nomor HP] |[Email]
XR Meratus menggelar aksi simbolik dengan membentangkan spanduk di kawasan Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada 25–26 Juli 2026.
Aksi ini merupakan bentuk ekspresi kolektif dan penyampaian pesan publik atas kondisi Kalimantan yang kini menghadapi krisis ekologis dan sosial yang semakin genting.
Spanduk berwarna kuning dengan tegas memuat pesan:
“KALIMANTAN TERGUNTING, IKLIM GENTING, PEMERINTAH SINTING, PERUBAHAN PENTING.”
Pesan tersebut adalah kritik sekaligus seruan reflektif. Kalimantan saat ini tidak hanya menghadapi kerusakan lingkungan, tetapi juga tekanan dari model pembangunan yang mengancam ruang hidup rakyat: ekosistem pesisir, hutan, sungai, dan wilayah-wilayah yang menjadi sumber penghidupan.
Makna Pesan Aksi
1. KALIMANTAN TERGUNTING
Menggambarkan fragmentasi ruang hidup dan bentang alam Kalimantan akibat dominasi kepentingan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Hutan yang terus hilang, kawasan pesisir yang terabrasi, sungai yang tercemar, dan masyarakat yang semakin terdesak dari tanahnya sendiri adalah satu rangkaian krisis yang tidak bisa dipisahkan.
2. IKLIM GENTING
Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan. Dampaknya sudah nyata: cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, abrasi, kenaikan muka air laut, dan bencana ekologis lain yang paling berat dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan di pesisir dan pedalaman.
3. PEMERINTAH SINTING
Ini adalah kritik keras terhadap arah kebijakan pemerintah yang masih menempatkan pertumbuhan ekonomi dan eksploitasi sumber daya di atas keselamatan ekologis dan hak dasar rakyat atas lingkungan yang sehat. Kebijakan yang abai terhadap dampak sosial dan ekologi adalah kebijakan yang membahayakan.
4. PERUBAHAN PENTING
Seruan agar perubahan tidak berhenti pada retorika. Diperlukan keberanian politik untuk mengubah arah pembangunan: menghentikan perusakan lingkungan, memperkuat demokrasi dan partisipasi, melindungi Hak Asasi Manusia, serta menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam setiap kebijakan tentang ruang hidup.
KRISIS IKLIM ADALAH KRISIS KEADILAN
Aksi di Pantai Takisung juga menegaskan bahwa krisis lingkungan adalah krisis keadilan. Ketika abrasi menelan pesisir, ketika banjir merendam desa, ketika sumber air rusak — yang pertama kali terdampak adalah nelayan, petani, perempuan, dan masyarakat adat.
Karena itu, perjuangan iklim harus berjalan beriringan dengan perjuangan keadilan sosial, ekonomi, dan politik. Kebijakan publik harus diuji dengan satu pertanyaan: apakah ini menyelamatkan manusia dan alam?
PENUTUP
Dari Pantai Takisung kami menyerukan:
Kalimantan Tergunting.
Iklim Genting.
Pemerintah Sinting.
Perubahan Penting.
Ketika iklim semakin genting, diam bukan pilihan.
Ketika ruang hidup rakyat terancam, solidaritas adalah keharusan.
Dan ketika perubahan menjadi penting, gerakan rakyat harus terus hadir, belajar, bergerak, dan melawan.
#XRMeratus #KalimantanTergunting #IklimGenting #PerubahanPenting #KrisisIklimKrisisKeadilan








Tinggalkan komentar