
Oleh: Warga Pers Banua
Di era keterbukaan informasi, peran media tidak lagi bisa dianggap sebelah mata. Media adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat. Tapi pertanyaannya: jembatan untuk siapa?
Fakta di lapangan hari ini memprihatinkan. Anggaran publikasi dan iklan Pemda, baik Pemprov Kalsel maupun Pemkab/Pemko se-Banua, masih seperti “kue besar” yang hanya dibagi untuk media-media besar yang sudah “gemuk”.
DIMANA KEADILANNYA, PAK?
Media lokal di Banjarbaru, Martapura, Pelaihari, Rantau, Batulicin… mereka yang tiap hari turun ke lapangan. Yang meliput banjir sampai tengah malam. Yang tahu harga sayur naik di pasar. Yang paling dekat dengan denyut nadi rakyat.
Tapi giliran kontrak iklan datang, mereka cuma dapat remah-remah. Bahkan sering disyaratkan “verifikasi faktual” yang biayanya mahal, padahal secara UU Pers syaratnya cukup PT dan badan hukum.
Ini bukan soal cemburu. Ini soal keadilan.

ERA CASHBACK HARUS SUDAH BERAKHIR
Yang lebih menyakitkan lagi adalah praktik “cashback” yang sudah jadi rahasia umum.
Semakin besar nilai kontrak ke media besar, semakin besar pula “jatah” yang diharapkan oknum pejabat. Cash, tanpa jejak.
Ini bukan kerja sama. Ini pemerasan berkedok publikasi.
Ini bukan pembangunan. Ini pengkhianatan terhadap uang rakyat.
Selama mental cashback ini hidup, jangan mimpi negeri ini bersih dari korupsi.
Karena korupsi paling halus justru terjadi di ruang redaksi dan ruang rapat Dinas Kominfo.
MEDIA LOKAL SEHAT = PEMDA YANG BANGGA
Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota… coba bayangkan.
Jika 60% anggaran iklan Pemda dibelanjakan ke media lokal, apa yang terjadi?
- Ekonomi Banua Muter – Gaji wartawan dibelanjakan di warung Banua. Bukan lari ke Jakarta.
- Informasi Lebih Akurat – Karena yang nulis adalah orang Banua, untuk orang Banua.
- Pemda Punya Penjaga – Media lokal yang sehat akan kritis tapi solutif. Bukan penjilat.
Bukankah itu yang kita mau? Pemda yang dicintai rakyatnya karena informasinya sampai. Pemda yang dibanggakan karena menghidupkan usaha anak daerah.
JANGAN BUNUH ANAK SENDIRI DEMI MENGGEMUKKAN ANAK ORANG.
TUNTUTAN KAMI
- Adil – Buat Perbub/Perda. Minimal 60% anggaran iklan untuk media lokal kabupaten/kota.
- Transparan – Umumkan siapa dapat berapa. Buka di website. Biar rakyat ngawasin.
- Bersih – Stop cashback. Wajibkan pembayaran non-tunai dan lewat e-katalog.
- Berpihak – Bantu media kecil naik kelas. Jangan dipersulit.
Ingat, iklan Pemda itu bukan uang pribadi pejabat. Itu uang rakyat Banua.
Sudah saatnya Pemda hadir memberi rasa keadilan. Bukan hanya untuk konglomerat media, tapi juga untuk “UMKM Pers” di Banua kita tercinta.
Karena media lokal yang maju, pada akhirnya… nama baik Pemda lah yang akan terangkat.
Salam dari anak Banua yang masih percaya keadilan itu ada.








Tinggalkan komentar