
MARTAPURA – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Banjar. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 331 hektare sawah mengalami kekeringan dari sekitar 890 hektare lahan yang baru ditanami. Apabila hujan tidak segera turun, sebagian lahan terdampak berpotensi mengalami gagal panen atau puso.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan lahan terdampak tersebar di enam desa atau kecamatan dengan luasan berbeda-beda. Wilayah yang mengalami dampak paling besar berada di Kecamatan Beruntung Baru seluas 160 hektare, disusul Sungai Tabuk 91 hektare, Martapura Barat 30 hektare, Karang Intan 28 hektare, Martapura Kota 21 hektare, dan Astambul 1 hektare.
Ia menyebutkan, Dinas Pertanian telah mengantisipasi potensi kekeringan sejak sebelum musim kemarau dengan mengimbau para petani agar meningkatkan kewaspadaan. Petani maupun penyuluh pertanian juga diminta segera melaporkan apabila terdapat lahan yang mulai mengalami kekurangan air sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kalau memang ada kekeringan, segera laporkan ke dinas atau penyuluh. Nanti pompa yang kami miliki akan langsung didistribusikan ke lokasi yang membutuhkan,” kata Warsita, Rabu (29/7/2026).
Sebagai upaya penyelamatan lahan, Dinas Pertanian menyiapkan pompa air yang dioperasikan oleh kelompok tani maupun Brigade Pangan. Selain pompa yang tersedia di dinas, sekitar 282 unit pompa yang telah berada di tangan petani juga dimanfaatkan untuk membantu pengairan sawah terdampak.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Cintapuri dan Martapura Barat, masih terdapat saluran yang menyimpan air sehingga lahan yang terdampak dinilai masih memiliki peluang untuk diselamatkan melalui percepatan pemompaan.
Meski demikian, Warsita mengingatkan ancaman puso tetap membayangi apabila hujan tidak segera turun dalam waktu dekat. Karena itu, pihaknya mendorong petani memanfaatkan sumber air yang masih tersedia agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air.
“Harapan kami hujan segera turun. Selama masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan, kami akan terus mengoptimalkan pemompaan untuk membantu mengairi sawah yang terdampak,” ujarnya.(zr)








Tinggalkan komentar