KURSI KOSONG, SIKAP JUGA KOSONG. 11 WAKIL KALSEL MASIH DIEM SOAL RUU PERAMPASAN ASET

Oleh: Rakyat Kalsel yang capek nunggu

Sudah Agustus 2026. RUU Perampasan Aset masuk Prolegnas Prioritas. Tikus-tikus korupsi masih bebas nikmatin hasil rampokannya.

Lalu di mana 11 Wakil Rakyat Kalsel kita?

Update Data Terbaru: Malah Makin Kosong

Ini daftar fix DPR RI Dapil Kalsel periode 2024-2029:

KALSEL I – 6 kursi, masih lengkap

  1. Muhammad Rofiqi – Gerindra – Komisi III
  2. Bambang Heri Purnama – Golkar – Komisi I
  3. Sandi Fitrian Noor – Golkar – Komisi VIII
  4. Rifqinizamy Karsayuda – NasDem – Komisi II | Ketua Komisi II
  5. Habib Aboe Bakar Al Habsyi – PKS – Komisi III | Wakil Ketua MKD
  6. Pangeran Khairul Saleh – PAN – Komisi XIII

KALSEL II – 5 kursi, tinggal 3
7. Hj. Mariana – Gerindra – Komisi IX
8. Hasnuryadi Sulaiman – Golkar → Kosong. Sudah jadi Wagub Kalsel
9. Irjen Pol Purn Rikwanto – Komisi III
10. Rahmat Trianto – NasDem → Kosong. Sudah jadi Bupati
11. H. Machfud Arifin – NasDem – Komisi XIII → PAW gantikan Rahmat

Artinya: Dari 11 kursi, yg aktif cuma 9. Dari 5 kursi Kalsel II, yg bisa kerja cuma 3.

Yang Bisa Gedor RUU Perampasan Aset Tinggal 3 Orang

Komisi III dapurnya pembahasan. Dari Kalsel cuma ada:

  1. Muhammad Rofiqi – Gerindra
  2. Habib Aboe Bakar Al Habsyi – PKS
  3. Irjen Pol Purn Rikwanto

Ketua Komisi II ada Rifqinizamy. Tapi soal aset rampasan, kuncinya tetap di Komisi III.

Pertanyaannya: Sudah pernah 3 orang ini buka suara untuk Kalsel?
Sudah pernah bikin rilis: “Kami Fraksi X Kalsel mendesak RUU Perampasan Aset disahkan”?

Jawabannya: Belum ada. Nihil. Sunyi.

Kosongnya Ganda

Kursi Kalsel II kosong 2 karena maju Pilkada. Wajar, itu konsekuensi politik.
Tapi yang lebih bahaya: Sikap politik mereka soal RUU ini juga kosong.

Padahal Kalsel korban terbesar.
Tambang ilegal, banjir, jalan rusak, dana desa dikorupsi. Uangnya lari ke mana? Ke aset-aset “tikus” yang kalau nggak dirampas, ya dinikmati anak cucu mereka.

Guru Sekumpul bilang politisi tidak jujur itu tikus. Nah RUU ini perangkap tikusnya.
Masa wakil kita malah pura-pura nggak lihat perangkapnya?

Tuntutan ke 9 Wakil Aktif Kalsel

Jangan sembunyi di balik “masih dibahas di fraksi”.

  1. Umumkan sikap resmi dalam 14 hari. Setuju tanpa syarat, atau tolak dengan alasan apa.
  2. Komisi III Kalsel: Gelar RDPU terbuka. Undang LBH, BEM, dan warga Kalsel. Jangan bahas di ruang tertutup.
  3. Ketua Komisi II Kalsel: Gunakan palu. Kejar agar RUU ini tidak mangkrak lagi seperti 5 tahun lalu.

Kalau tidak bisa, lebih baik mundur. Serahkan kursi ke orang yang berani.

2029 masih jauh. Tapi rakyat Kalsel punya ingatan panjang.
Kami catat siapa yang berjuang, siapa yang diem.

Jangan sampai sejarah mencatat: “Di saat negara butuh keberanian, 11 Wakil Kalsel memilih diam.”

Karena diam di saat zalim, itu sama artinya berpihak pada zalim.


Tinggalkan komentar