,

Jembatan Merah Putih di Sungai Tuan Ilir Resmi Dibuka, Mobilitas Warga Lebih Lancar

MARTAPURA – Kondisi jembatan lama yang rusak dan memiliki sejumlah bagian berlubang sebelumnya menjadi kendala bagi masyarakat Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Kini, setelah Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir RT 01 diresmikan pada Rabu (4/11/2026), warga berharap akses penyeberangan tersebut dapat menunjang mobilitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Kepala Desa Sungai Tuan Ilir, Jailani, menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan baru sangat membantu masyarakat, terutama untuk menunjang akses kesehatan dan berbagai keperluan lainnya.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, mudah-mudahan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Sungai Tuan Ilir. Akses untuk kesehatan maupun berbagai keperluan lainnya juga sangat terbantu,” ujarnya.

Jailani menjelaskan, sebelum jembatan baru dibangun, masyarakat masih menggunakan jembatan lama yang kondisinya sudah darurat. Meski masih dapat dilalui, warga juga memiliki jalur alternatif berupa jembatan lain yang berada di sekitar lokasi.

Meski demikian, selesainya pembangunan jembatan baru disambut baik karena diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Astambul, Rifda Helmy Rakhman. Ia berharap keberadaan Jembatan Merah Putih dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan pendidikan, kegiatan ekonomi maupun aktivitas lainnya.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan Jembatan Merah Putih ini dapat memudahkan akses masyarakat untuk berkendara dan melintas, sehingga aktivitas sekolah, kegiatan ekonomi, dan berbagai keperluan lainnya juga lebih mudah,” katanya.

Rifda juga berharap Pemerintah Desa Sungai Tuan Ilir bersama masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan tersebut agar tetap awet dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.

Sementara itu, warga setempat, Amin Kurdi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya cukup memprihatinkan karena terdapat bagian yang berlubang besar. Meski masih bisa dilalui sepeda motor dan sepeda, kondisi tersebut membuat masyarakat kurang nyaman saat melintas.

Dengan adanya jembatan baru, Amin berharap akses masyarakat semakin baik dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan para petani.

“Harapan saya, jembatan ini bisa bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, para petani juga bisa bekerja dengan lebih nyaman,” harapnya.(zr)

Tinggalkan Balasan