
MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar telah mencapai sekitar 1.193 hektare. Luasan tersebut tersebar di 66 desa pada 13 kecamatan, berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar sejak awal Juli hingga 3 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan semak belukar. Sementara kawasan hutan yang terdampak karhutla tercatat sekitar 31 hektare.
“Kalau kita itu luasan lahan yang terbakar sampai hari ini, update itu kurang lebih 1.193 hektare. Yang terdampak di 66 desa dan 13 kecamatan,” ujar Wasis saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, sebaran karhutla tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar.
“Kebakaran lahan yang paling rawan itu di daerah Kecamatan Gambut, di area Jalan Gubernur Subarjo dan Jalan Gubernur Syarkawi,” ujar Wasis.
Selain Kecamatan Gambut, terdapat pula sejumlah titik di wilayah lain yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di lapangan.
Wasis mengatakan kondisi kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Minimnya hujan membuat kondisi di sejumlah wilayah perlu diwaspadai selama musim kemarau.
Terkait penyebab kebakaran, Wasis mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab setiap titik api. Ia menyebut aktivitas manusia menjadi salah satu kemungkinan, namun tidak seluruh kejadian dapat diketahui secara langsung di lapangan.
Dalam penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Banjar memprioritaskan titik api yang berada di sekitar permukiman.
“Prioritas utama itu area yang mendekati permukiman. Itu yang memang pertama kita tangani,” jelasnya.
Penanganan dilakukan melalui pembasahan maupun penyekatan pada area yang membutuhkan penanganan. Upaya tersebut terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung.(zr)








Tinggalkan komentar