,

Pemkab Banjar Serahkan 350 Set APD untuk 125 BPK, Dukung Penanganan Kebakaran

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menyerahkan 350 set alat pelindung diri (APD) kepada relawan Bumi Selamat Rescue (Buser) 690 Banjar. Bantuan tersebut disalurkan kepada 125 unit BPK/PMK yang terdaftar di bawah Buser 690 untuk mendukung penanganan kebakaran dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyerahan berlangsung di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Martapura, Senin (14/9/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah daerah terhadap relawan yang selama ini membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran dan karhutla.

“Alhamdulillah hari ini aspirasi dari rekan-rekan relawan kita, khususnya yang bernaung di bawah Buser 690, sudah terakomodir. Ini wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memberikan apresiasi dan reward,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pembagian APD disesuaikan dengan data dan porsi masing-masing unit. Setiap BPK/PMK memperoleh dua hingga empat set berdasarkan jumlah personel, kelengkapan peralatan dan tingkat operasional. Setiap set terdiri atas fire jacket berupa pakaian bagian atas dan bawahan serta sarung tangan, sementara sepatu pemadam belum termasuk.

Ketua Umum Buser 690 Banjar, M Hasan Hamdan, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia mengatakan pembagian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing unit, dengan jumlah maksimal empat set.

“Artinya yang lebih besar pengoperasionalannya akan mendapatkan lebih, tapi maksimalnya empat,” kata Hasan.

Selain APD, Hasan menjelaskan adanya rencana pengadaan mesin pompa Alkon untuk mendukung operasional BPK/PMK. Ia mengatakan anggaran pengadaan yang sebelumnya direncanakan melalui anggaran perubahan digeser ke APBD murni karena anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Karena kita ini sama-sama menangani karhutla, harus bersama-sama. Anggaran yang kita dapatkan untuk pembelian pompa itu kita geserkan di APBD murni,” jelasnya.

Hasan menyebut anggaran pengadaan mesin pompa tersebut sekitar Rp1,2 miliar. Ia juga menyebut jumlah mesin yang direncanakan berada di kisaran 138 hingga 170 unit, namun angka tersebut disampaikannya dengan perkiraan.

Dalam pengerahan unit BPK/PMK, Hasan juga menegaskan adanya pembagian wilayah atau zonasi. Relawan diarahkan menangani kebakaran sesuai wilayah masing-masing dan tidak diperbolehkan membawa atau meminta bantuan ke wilayah tetangga di luar zonasi yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Buser 690 juga menerima bantuan dana CSR dari Bara Marta sekitar Rp50 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan mendukung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam kegiatan penanganan karhutla.(zr)

Tinggalkan komentar