,

Karhutla Kabupaten Banjar Capai 2.100 Hektare, 22 Kejadian Tercatat Dalam Sehari

MARTAPURA – Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 2.100 hektare dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan terakhir. Dalam dua hari terakhir, kejadian karhutla juga mengalami peningkatan, dengan 22 kejadian tercatat dalam satu hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak-semak dan galam. Sementara itu, tren lokasi karhutla terakhir mengarah ke wilayah Gambut, Sungai Tabuk, Martapura Barat, serta kawasan Tungkaran, Sungai Batang.

“Untuk luasan lahan yang terbakar sekitar 2.100 hektare secara kumulatif selama kurun waktu kurang lebih dua bulan terakhir,” ujar Wasis saat ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, peningkatan kejadian karhutla terlihat dalam dua hari terakhir. Bahkan, pada Senin (14/9/2026), tercatat sebanyak 22 kejadian karhutla dalam sehari.

Wasis menyebut, berdasarkan urutan kejadian karhutla, Kabupaten Banjar berada di urutan pertama di Kalimantan Selatan.

Meski terjadi peningkatan, seluruh titik karhutla yang ditangani dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektoral. Penanganan melibatkan Satgas Karhutla BPBD, TNI, Polri, serta dukungan BPK independen di lapangan.

“Alhamdulillah kita bisa tangani, semua titik kita tangani dengan kerja sama lintas sektoral, baik Satgas Karhutla di BPBD, kemudian TNI, Polri, dan juga support dari rekan-rekan BPK independen,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan air baku dan kondisi medan yang sulit didatangi. Kondisi tersebut menjadi tantangan di wilayah gambut yang memiliki vegetasi galam cukup tinggi serta medan ekstrem.

“Kendala di lapangan adalah ketika lokasi sulit mendapatkan air baku untuk proses pemadaman. Kadang-kadang tidak ada air, kemudian medannya juga cukup sulit didatangi. Seperti di gambut, vegetasinya cukup tinggi, tanaman galam cukup tinggi, dan medannya juga ekstrem. Itu menjadi tantangan bagi petugas dalam proses pemadaman,” katanya.

Untuk mengatasi keterbatasan air di lokasi kebakaran, BPBD menyiapkan suplai air menggunakan tangki.

Selain penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Banjar juga menerima dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut di antaranya berupa selang, masker, dan portable tank untuk mendukung penanganan di lapangan.

Sementara terkait rekomendasi yang berkaitan dengan penanganan karhutla, Wasis mengatakan pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan. BPBD juga akan menyampaikan surat secara resmi dengan melampirkan bukti serta data pendukung mengenai kondisi karhutla yang terjadi di Kabupaten Banjar.(zr)

Tinggalkan komentar